Kemenperin: Tahun Ini Mobil Esemka Siap Produksi

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 13 Jul 2016 12:33 WIB
mobil nasional
Kemenperin: Tahun Ini Mobil Esemka Siap Produksi
Ilustrasi mobil esemka. (FOTO: Antara/Akbar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut, mobil Esemka siap melakukan proses produksi dan akan menjadikannya sebagai produk mobil nasional pada tahun ini. Hal ini didukung oleh rencana PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (ACEH) selaku produsen yang akan membangun pabriknya dalam waktu dekat ini.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, PT ACEH saat ini sedang menyiapkan fasilitas produksi. Namun begitu belum ada kabar pasti mengenai rencana tersebut.

"Dengar-dengar dalam waktu dekat mereka akan meresmikan pabriknya, namun belum ada kabar lagi," ujar Putu ditemui di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2016).

Dirinya menambahkan, Kemenperin telah memfasilitasi rencana produksi mobil Esemka. Tetapi kemudian, PT ACEH harus mengajukan izin kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kelaikan jalannya.

"Dari kami semua yang diperlukan sudah kami penuhi. Tapi mungkin mereka perlu‎ membawa prototipe kendaraannya untuk diuji di Kemenhub, untuk diuji kelaikan jalannya. Nah itu di Kemenhub yang tahu," jelas dia.

Produksi mobil Esemka, lanjut Putu, akan mengandalkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sedangkan untuk jenis mobil yang akan diproduksi kemungkinan adalah jenis mobil yang umumnya digunakan masyarakat Indonesia.

"Produknya, bisa MPV (Multi Purpose Vehicle), SUV (Sport Utility Vehicle). Cuma persisnya kurang tahu. Mungkin ada pertimbangan, namanya produk baru jadi mereka belum mau terbuka dulu. Kita tunggu saja," lanjut dia.

Sementara itu, untuk kandungan lokal dari produk mobil Esemka masih belum bisa diketahui. Namun begitu, untuk mobil jenis Low Cost Green Car (LCGC) memang perlu kandungan lokal yang tinggi.

"Kami belum sampai ke sertifikasi atau audit kandungan lokal, karena yang penting dia layak jalan dulu, nanti baru dilihat kandungan lokalnya. Tetapi berdasarkan kebijakan yang selama ini misalnya LCGC itu kan butuh kandungan lokal yang tinggi," pungkasnya.


(AHL)