Lion Grup Siap Gunakan Bahan Bakar Berbasis CPO

Desi Angriani    •    Selasa, 10 Apr 2018 19:44 WIB
cpo
Lion Grup Siap Gunakan Bahan Bakar Berbasis CPO
Biodiesel. ANTARA/Feri.

Jakarta: Lion Air Group siap melakukan uji coba penggunaan bioavtur atau minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebagai bahan bakar alternatif bagi pesawat komersial. Hal itu guna  mengurangi ketergantungan armada penerbangan komersial terhadap bahan bakar fosil.

"Sekaligus meningkatkan penyerapan minyak kelapa sawit di dalam negeri, yang menjadi bahan dasar bioavtur," kata Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang juga pendiri Lion Air, Rusdi Kirana di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Untuk melakukan riset dan pengembangan bioavtur sebagai bahan bakar alternatif,  Lion Group menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki). Rusdi berharap tahun ini CPO dapat segera diuji cobakan ke salah satu armada Lion Air.

"Kita ingin secepatnya ya. Kita negara penghasil sawit terbesar di dunia, dan kita yang harus memikirkan bagaimana memanfaatkan terutama pengembangan industri nasional," imbuh dia.

Anggota Dewan Penasihat Gapki Franky O Widjaja menambahkan, rencana penggunaan bioavtur sebagai bahan bakar terbarukan dapat mengoptimalkan penggunaan CPO sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

"Karena penggunaannya tidak hanya mengurangi pelepasan emisi karbon, tapi akan berefek pula pada tumbuhnya industri hilir kelapa sawit," tuturnya.

Franky menambahkan pemerintah berencana menggunakan campuran biofuel pada avtur hingga 3 persen pada 2018. Angka ini bakal terus ditingkatkan menjadi 5 persen pada 2025.

Adapun komitmen tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU)  antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) bersama Lion Air Group.

Penandatanganan dilakukan Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono bersama Presiden Direktur Lion Air  Edward Sirait. Hadir pula Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Dono Boestami, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo). Asmar Arsjad, Managing Director Sinar Mas G Sulistiyanto, CEO Rajawali Corporation Peter Sondakh, pendiri First Resources Martias Fangiono dan CEO Triputra Agro Persada, Arif P Rachmat.


(SAW)