Indonesia "Berlayar" di Pameran Maritim Yunani

Mohammad Adam    •    Rabu, 06 Jun 2018 14:44 WIB
industri maritimkemaritiman
Indonesia
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto saat berpartisipasi pada pameran perkapalan internasional Posidonia 2018. (FOTO: dok INSA)

Jakarta: DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) berpartisipasi pada pameran perkapalan internasional Posidonia 2018, yang diselenggarakan di Athena, Yunani, pada 4-8 Juni 2018.

Keikutsertaaan Indonesia untuk pertama kalinya dalam ajang ini kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Yunnai di Athena dengan DPP INSA. Dalam acara ini, KBRI bersama DPP INSA membuka stan Indonesia untuk menampilkan khasanah usaha maritim dalam negeri yang terbaik.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto yang menjadi pemimpin delegasi DPP INSA mengatakan, ajang ini memberikan kesempatan Indonesia untuk menampilkan sektor kemaritimannya dalam pameran perkapalan terbesar di Mediterania.

"Ini merupakan ajang besar dengan berkumpulnya seluruh stakeholder kemaritiman dunia. Melalui ajang ini diharapkan, akan meningkatan kerja sama maritim Indonesia dengan negara lain demi kepentingan nasional," katanya di sela-sela acara pameran, seperti dikutip dalam Rabu, 6 Juni 2018.

Pameran perkapalan internasional Posidonia merupakan pameran yang telah berjalan selama 50 tahun. Pada pameran 2016 lalu, sedikitnya diikuti 33.512 exhibitors, pengunjung, dan jurnalis.

Exhibitors dan pengunjung pada pameran Posidonia 2016 merupakan pelaku usaha sektor maritim internasional, seperti pemilik perusahaan perkapalan, agen kapal, industri peralatan maritim dan sebagainya. Pihak penyelenggara mencatat new building order book selama pameran mencapai 10 persen dari total global order for new ships di 2016 dengan nilai USD22 miliar.

Untuk Pameran perkapalan internasional Posidonia 2018 diikuti oleh lebih dari 101 negara dengan lebih dari 1,800 peserta dan diharapkan dapat menyedot lebih dari 20 ribu pengunjung. Pameran ini menampilkan produk perkapalan, galangan, registrasi kapal, badan klasifikasi, kepelautan, asuransi, pembiayaan, pelabuhan dan ragam produk dan jasa lainnya.

Pada tahun ini, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras membuka langsung pameran Posidonia 2018. Hadir pula dalam ajang ini Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO) Kitack Lim dan European Commissioner for Transport Violeta Bulc. Selain itu, pada acara pembukaan ini juga dihadiri oleh pejabat setingkat menteri terkait sektor perkapalan dari negara-negara pelaku utama perkapalan dunia seperti Inggris, Malta, Siprus, Hong Kong, Liberia, Singapura, dan Polandia.

Alexis Tsipras pun sempat berbincang dengan Duta Besar Indonesia untuk Republik Yunani Ferry Adamhar dan Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto di area stan Indonesia. Alexis Tsipras mengharapkan adanya hubungan insan maritim di antara kedua negara yang lebih kuat dan saling mendukung.

Saat ini, jumlah armada Yunani mencapai 4.092 kapal dengan 320.597.574 DWT dan 188.904 GT. Pada sektor kapal tanker dan kargo, kapasitas armada Yunani mencapai 171,3 juta ton atau 81,57 persen kapasitas dunia.

Potensi kerja sama sektor maritim antara Indonesia dan Yunani cukup  terbuka, terlebih Presiden Joko Widodo mencanangkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Tentunya  kerja sama dengan pemain utama perkapalan dunia akan menunjang terealisasinya Indonesia sebagai negara poros maritim dunia.

Duta Besar RI untuk Republik Yunani Ferry Adamhar menambahkan delegasi INSA juga melakukan pertemuan dengan Undersecretary for Transport and Housing Hong Kong Raymond So Wai-man. Perbincangan ini terkait potensi kerja sama leasing, pembiayan pembangunan kapal dan pengembangan jalur kapal antar pulau di Indonesia international shipping registry, serta teknologi informatika untuk meningkatkan infrastruktur kapal di Indonesia.


(AHL)