Atasi Kenaikan Avtur, Garuda Ingin Tarif Batas Bawah Naik

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 Jun 2018 16:12 WIB
garuda indonesia
Atasi Kenaikan Avtur, Garuda Ingin Tarif Batas Bawah Naik
Garuda Indonesia. Medcom.id/Farhan Dwitama.

Tangerang: Kenaikan harga minyak global berdampak kepada harga avtur yang digunakan oleh pesawat dalam negeri, khususnya bagi grup Garuda Indonesia. Untuk mengatasi kenaikan harga avtur, perseroan berharap ada kenaikan harga tiket tarif bawah.

‎Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N Mansury berharap kenaikan tarif batas bawah bisa terjadi dari ‎‎30 persen menjadi 40 persen. Hal ini dilakukan pada saat harga avtur yang tak kunjung turun.

"Kita berharap bisa melakukan penyesuaian menuju 40 persen. Untuk tarif batas atas, perusahaan tidak merekomendasikan untuk dinaikkan," ungkap Pahala‎, ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin, 11 Juni 2018.

Setiap tahunnya, Pahala mengaku perusahaan melakukan aksi lindung nilai (hedging) sekitar 33-35 persen dari total konsumsi bahan bakar sebesar USD1 miliar. Perusahaan mengalokasikan dana USD330 juta-USD350 juta untuk menjalankan lindung nilai.‎

Dengan hedging, bisa memperbaiki kinerja bisnis atau keuangan perusahaan di sepanjang tahun ini. "Kita lakukan hedging. Hedging kita capai ‎33-35 persen dari total konsumsi bahan bakar. Konsumsi bahan bakar kurang lebih USD1 miliar setahun, itu untuk avtur saja," ucap Pahala.

Kenaikan harga avtur, diakuinya, telah dirasakan perusahaan sejak 2016. Setidaknya, kenaikan harga avtur telah mencapai 40 persen hingga saat ini.

"Dan ini kenaikan harga bensin, khususnya avtur berpengaruh terhadap kinerja kita. Makanya, kita berharap ada penyesuaian tarif batas bawah," jelas dia.


(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

1 day Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA