Menteri Rini Minta Direksi-Komisaris BUMN Bekerja Lebih Keras

   •    Jumat, 13 Apr 2018 15:55 WIB
bumnkementerian bumn
Menteri Rini Minta Direksi-Komisaris BUMN Bekerja Lebih Keras
Menteri BUMN Rini Soemarno. (FOTO: MI/Susanto)

Jakarta: Menteri BUMN Rini Soemarno meminta seluruh jajaran direksi dan komisaris perusahaan milik negara untuk lebih bekerja keras dengan mengedepankan sinergi meskipun sudah banyak target-target yang sudah dicapai perusahaan.

"Dalam 3,5 tahun saya memimpin Kementerian BUMN banyak target yang sudah dipenuhi. Namun, saya meminta seluruh BUMN terus merealisasikan impian menjadi korporasi yang sehat dan mampu bersaing dengan perusahaan swasta nasional," kata Rini, di sela perayaan HUT Kementerian BUMN ke-20, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 13 April 2018.

Di hadapan sekitar 400 orang karyawan BUMN yang berulang tahun pada Maret-April 2018, jajaran karyawan Kementerian BUMN, Rini menjelaskan bahwa di HUT Kementerian ke-20 ini harus dijadikan momentum untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Secara keseluruhan Rini mengaku banyak hal sudah terwujud terutama dalam pengelolaan BUMN.

"Pada saya masuk (menjadi Menteri BUMN) pada 2014 jumlah BUMN rugi sebanyak 24 perusahaan. Pada akhir 2017 tinggal mencapai 13 BUMN, dan ditargetkan pada 2018 ini tidak ada lagi perusahaan milik negara yang rugi," tegasnya.

Rini juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajaran Kementerian BUMN dan Direksi BUMN yang telah berhasil meningkatkan kinerja. Tercatat, di 2017, aset BUMN mencapai sebesar Rp7.212 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 4.387 triliun pada 2014.

Ia pun membeberkan sejumlah pencapaian yang sudah ditorehkan, seperti pembangunan jalan tol yang dalam tiga tahun terakhir sudah tercapai sepanjang 568 km. Pencapaian ini hampir sama dengan panjang jalan tol yang dibangun sejak 1980 hingga 2014 yang hanya 700 km.

Di sisi lain, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini sudah mencapai 95 persen yang didukung dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik yang mencapai 17.000 mw atau sudah melampaui 50 persen  dari yang ditargetkan pemerintah sebesar 35.000 mw hingga 2019.

"Ini semua kerja keras direksi dan manajemen BUMN. Sekarang, akhir 2017 bisa laporkan keuntungan total seluruh BUMN mencapai Rp187 triliun, meningkat dibanding akhir 2014 yang mencapai Rp143 triliun. Jadi dalam tiga tahun kita bisa meningkat Rp44 triliun. Selamat untuk para direksi," jelas dia.

Meski begitu, Rini menuturkan masih ada beberapa hal yang belum tercapai dalam mengembangkan BUMN karena terkait dengan berbagai hambatan atau intervensi berbagai pihak yang  mengatasnamakan satu kepentingan tertentu.

"Namun di usia ke-21 tahun 2019, Kementerian BUMN harus lebih dewasa dan mandiri. Kedewasaan itu diwujudkan dengan saling bersinergi di antara keluarga BUMN, serta lebih bekerja untuk rakyat tanpa harus menanggapi gangguan yang ada," katanya.

Pada kesempatan itu, Rini mengucapkan terima kasih juga kepada pendahulunya yang hadir pada saat itu yaitu mantan Menteri BUMN Tanri Abeng, dan mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang telah meletakkan dasar-dasar pengelolaan BUMN.

"Saya targetkan bahwa ulang tahun ke-21 nanti, kita membuat Buku Sejarah Kementerian BUMN. Saya mohon dukungan Menteri BUMN sebelum saya dan bisa menjadi buku panduan bagaimana BUMN dapat meberi kontribusi berkelanjutan kepada bangsa negara, anak dan cucu kita semua," ujar Rini.

Ia pun menekankan, bahwa mulai 2019 semua BUMN bisa tumbuh bersama, tidak ada yang rugi dan mampu memberi kontribusi pembangunan ke seluruh pelosok Indonesia, sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.

"Dengan begitu, Kita seluruh BUMN tanpa terkecuali, betul-betul menjadi keluarga besar yang bahagia dan sejahtera bersama," pungkasnya.

 


(AHL)