Pemerintah Tambah 500 Ribu Ton Impor Beras

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 20:58 WIB
impor beras
Pemerintah Tambah 500 Ribu Ton Impor Beras
Beras. MI/BENNY BASTIANDY.

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menambah 500 ribu ton beras impor untuk memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Ini untuk mengantisipasi kenaikan harga beras seiring dengan meningkatnya permintaan di masyarakat jelang Lebaran dan puasa.

"Karena dibutuhkan, dalam negeri pasokan (tidak mencukupi) dan harga masih tinggi," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Dirinya menambahkan jatah impor beras 500 ribu ton akan diberikan kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang memegang mandat menyediakan beras. Namun Oke menyebut Bulog diberikan kebebasan mengambil beras dari manapun asal sesaui kuota yang diberikan.

"Jumlahnya 500 ribu ton, terserah Bulog (beras dari negara mana). Tapi intinya kita itu memberikan negara asal ke mereka (Bulog) ada Vietnam, Myanmar, Thailand, Kamboja, Pakistan, India," ungkapnya.

Selain itu, Kemendag juga memberikan batas periode untuk Bulog merealisasikan impor beras sampai dengan Juli 2018. Bahkan Bulog diberikan kebebasan apakah akan menyerap semua beras impor tersebut atau hanya sebagian saja.

"Terserah Bulog, pokoknya dibatasi sampai Juli. Tanya mereka sanggup enggak (menyerap semua beras impor). Pokoknya saya sudah menjalankan tugas saya dengan memberikan persetujuan impor untuk 500 (ribu) yang kedua," pungkasnya.

Sebelumnya pemerintah juga telah membuka keran beras impor sebanyak 500 ribu ton sejak awal tahun demi meredam gejolak harga beras. Dengan ada tambahan kuota impor maka total pemerintah mengimpor satu juta ton beras.

 


(SAW)