Asyik, Bunga Kartu Kredit Makin Murah

M Studio    •    Senin, 12 Dec 2016 00:00 WIB
berita bca
Asyik, Bunga Kartu Kredit Makin Murah
Bank Indonesia menurunkan batas maksimum bunga kartu kredit menjadi sebesar 2,25 persen per bulan dari sebelumnya 2,95 persen (Foto:BCA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) kembali meluncurkan pelonggaran kebijakan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Pada akhir tahun ini, bank sentral akan menurunkan batas atas bunga kartu kredit.

BI memutuskan batas maksimum bunga kartu kredit sebesar 2,25 persen per bulan dari ketentuan sebelumnya sebanyak 2,95 persen per bulan. Artinya, bunga yang dipatok untuk kartu kredit longsor menjadi 26,95 persen per tahun dari 35,4 persen per tahun.

Penurunan bunga ini diharapankan dapat membuat transaksi kartu kredit meningkat. Imbasnya, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena selama ini, mesin pendorong pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor konsumsi.

Ronald Waas, Deputi Gubernur BI, mengungkapkan aturan main bunga kartu kredit yang baru akan terbit melalui surat edaran (SE) BI pada Desember tahun ini. “Implementasi aturan akan berlaku mulai tahun depan,” kata Ronald.

Ronald menuturkan, BI akan menerapkan dua skema implementasi capping baru suku bunga kartu kredit. Pertama, BI memberi waktu enam bulan bagi bank untuk menerapkan bunga kartu kredit baru, pasca SE diterbitkan. Kedua, dalam waktu enam bulan pasca penerapan bunga yang baru, BI akan meninjau ulang dampaknya ke bank.
 
Eni V Panggabean, Kepala Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Departemen BI, menyatakan penurunan bunga harusnya bisa jadi stimulus bagi bisnis kartu kredit yang lesu. “Ini cara BI untuk dorong pertumbuhan ekonomi ke depan lewat bunga yang rendah,” jelas Eni.

Santoso Liem, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mengatakan pemangkasan capping bunga kartu kredit itu akan berdampak pada menurunnya pendapatan perbankan. Hal ini akan membuat penerbit kartu kredit melakukan efisiensi.

“Harapannya, minat nasabah meningkat. Meski kondisi ini tak dapat dengan cepat menggantikan penurunan pendapatan,” ujar Santoso.

Sekadar mengingatkan, selain karena perlambatan pertumbuhan ekonomi, pelaporan data transaksi nasabah kartu kredit ke Dirjen Pajak juga menekan bisnis kartu kredit perbankan. BI mencatat, jumlah kartu kredit naik 2,85 persen menjadi 17,22 juta per Oktober 2016 dibandingkan periode sama tahun 2015. Adapun nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 230,9 triliun, tak beda dari tahun lalu.

Sumber: Website BCA Prioritas


(ROS)