Kominfo Gencarkan UMKM Go Online di Pasar Rakyat

Ilham wibowo    •    Selasa, 26 Feb 2019 14:14 WIB
kominfoumkmekonomi digital
Kominfo Gencarkan UMKM <i>Go Online</i> di Pasar Rakyat
UMKM Go Online. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan penetrasi mendorong masyarakat memanfaatkan era digital ekonomi. Gerakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Go Online 2019 pun kini dilanjutkan terutama pada pedagang di pasar rakyat.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Gerakan UMKM Go Online ini merupakan program pemerintah dalam rangka pemerataan akses pasar melalui digital untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Pelaku marketplace pun diajak langsung untuk membantu pedagang memandu cara membuka toko baru melalui internet.

"Ini bagian program transformasi digital, kamu ajak masyarakat mulai menggunakan teknologi digital. HP jangan dipakai buat hoaks, pakai buat dagang," kata Samuel dalam peresmian UMKM Go Online 2019, di Pasar PTSP Tebet Timur, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

Hadir dalam kegiatan peningkatan ekonomi digital ini perwakilan dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), perwakilan marketplace, Perumda Pasar Jaya, dan perwakilan perbankan. Para pelaku pembayaran digitai juga diajak untuk memperkenalkan  produknya seperti OVO, Go-Pay, LinkAja, DANA, T-money, hingga Visionet.

Semuel mengatakan bahwa saat ini masih banyak pelaku UMKM yang menggunakan cara-cara konvensional dalam melakukan penjualan produk. Hingga saat ini, baru sembilan persen dari 59,9 juta pelaku UMKM yang menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dengan baik guna meningkatkan omzet penjualan.

Potensi tinggi perlu dimanfaatkan maksimal lantaran masyarakat telah memiliki jutaan pengguna internet. Pemantapan sektor ekonomi digital ini pun akan memainkan peranan penting bagi Indonesia di era teknologi saat ini terutama pada UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

"Gerakan UMKM Go Online merupakan salah satu upaya untuk mengangkat UMKM dengan memanfaatkan teknologi internet," ujarnya.

Ia menegaskan teknologi internet sudah masuk ke segala aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pembelian produk kebutuhan sehari-hari, transportasi, transaksi perbankan, jasa pengiriman, pembayaran tagihan, dan lain-lain. Karenanya, para pelaku UMKM harus beradaptasi atas perubahan tersebut dengan cara go online.

Melalui program UMKM Go Online, pedagang akan memiliki dua kios sekaligus, yakni satu kios offline di pasar sebagai tempat berjualan sehari-hari dan satu kios online berada di marketplace. Kios online memberi keuntungan karena mampu memperluas pasar tanpa mengeluarkan biaya tambahan untuk sewa lahan. Selain itu, kios online dapat dipantau melalui smartphone digenggaman, dapat bertransaksi dengan cepat, efektif, dan efisien.

"Potensi pasar rakyat dijaring menjadi lebih luas yang tadinya pembeli berasal dari daerah sendiri, dengan penjualan online pembelinya bisa berasal dari mana saja. Sarana penjualan online juga semakin beragam. Banyak situs marketplace yang bisa menjadi lapak berjualan UMKM. Situs marketplace di Indonesia saat ini memiliki anggota yang besar sehingga mampu meningkatkan potensi penjualan UMKM," paparnya.

Gerakan UMKM Go Online 2019 merupakan kelanjutan dari program serupa pada 2018 lalu. Kominfo menggandeng beberapa pihak untuk menjalankan Gerakan UMKM Go Online 2019 mulai dari Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Keuangan, Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo), pihak perbankan, hingga marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Bibli, Lazada, Blanja.com, Go-Food, dan sebagainya.


(AHL)