Menteri Pertanian Senang Program Upsus Siwab Sukses di Sulsel

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 14 Oct 2016 22:03 WIB
kementerian pertanian
Menteri Pertanian Senang Program Upsus Siwab Sukses di Sulsel
Sapi-sapi yang diikutsertakan pada program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Bone, Sulawesi Selatan. (Foto: Metrotvnews.com/Aulia)

Metrotvnews.com, Bone: Target swasembada daging sapi pada 2026 dapat diwujudkan melalui program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), dianggap paling berhasil menjalankan program ini.

Program Upsus Siwab ini memiliki jargon Setetes Mani, Sejuta Harapan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman takjub dengan Sulsel yang serius menjalankan program ini.

"Kami berterima kasih kepada Bupati Bone, Wakil Gubernur Sulsel yang sangat serius menindaklanjuti program kita tahun lalu. Ini luar biasa hasilnya. Kelahirannya, luar biasa," kata Amran di sela-sela Panen Pedet (anak sapi), di Lapangan Sepak Bola Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Bone, Jumat (14/10/2016).

Total dari 20 kabupaten dan kota di Sulsel yang melakukan hasil inseminasi buatan, menghasilkan sebanyak 25.432 ekor kelahiran anak sapi baru (pedet), per September 2016. Semua pedet itu memiliki data.

Data terkait produktivitas, silsilah, reproduksi dan manajemen. Terbanyak, Bone sebanyak 4.079, disusul Sidrap 4.033 dan Bulukumba 3.357.

"Ini yang bisa mengikuti jejak (Lamongan) Jawa Timur. Nanti kita targetkan bila perlu, minimal Sulsel, 700 ribu sampai 1 juta kelahiran," ujar Amran.

Amran membayangkan jika Sulsel tembus 1 juta kelahiran pedet per tahun, maka kesejahteraan petani dipastikan akan meningkat. Amran menjanjikan pemberian semen beku gratis untuk proses inseminasi buatan.

"Untuk Sulsel berapa kebutuhannya, kami penuhi. ini sudah kami kalkulasi dengan baik, sapi kita ada 5 juta, sapi kita siap bunting. Kita siapkan 4 juta gratis untuk seluruh Indoneisa. Kita kawal bersama. Ini kerja kita bersama. Ini arahan perintah presiden. Fokus pada kesejahteraan petani.

Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi mengaku bisa mempertahankan jumlah kelahiran pedet tertinggi di Sulsel. Pasalnya, hampir semua desa yang ada di Bone, bersemangat menyukseskan program pemerintah tersebut.

"Memang, dalam perjalanan ada kendala besar yang harus kami laporkan kepada menteri," ujar Fahsar.

Fahsar mengungkapkan, pihaknya hanya memiliki inseminator sebanyak 100 orang. Jumlah itu, diakui Fahsar jauh dari cukup untuk mengembangbiakkan sapi inseminasi buatan.

"Seharusnya minimal 150 inseminator. Pertimbangannya, satu inseminator untuk 2 desa. Sementara di Bone, ada 374 desa," ungkap dia.

Fahsar juga berharap bantuan pengadaan kontainer untuk mani atau sperma. Sebab, melalui APBD, Bone hanya mampu membeli sebanyak 40 kontainer.

Fahsar berharap Kementan dapat menyediakan sebanyak 100 kontainer lagi yang harganya sekira Rp20 juta perunit. 

"Semangat masyarakat sudah semakin meningkat. Ini sangat memengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi di Bone," kata dia.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang juga berharap inseminator diberikan sepeda motor karena mobilitasnya tinggi. Dengan itu, Agus meyakini proses dan target inseminasi buatan menjadi signifikan.

"Setiap inseminator yang punya recording, diberikan insentif Rp150 ribu per kelahiran. Kita akui ini memang kecil. Tapi itulah kemampuan APBD yang ada sekarang," tandas dia.

Dalam panen pedet ini, turut dihadiri Asisten Teritorial Kasad Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak dan jajarannya. Begitupun sejumlah kepala daerah di Sulsel dan jajarannya.





(MEL)