Lisensi FLEGT Tingkatkan Daya Saing Produk Kehutanan Indonesia

Husen Miftahudin    •    Jumat, 25 Nov 2016 08:09 WIB
kehutanan
Lisensi FLEGT Tingkatkan Daya Saing Produk Kehutanan Indonesia
Salah satu produk kehutanan, industri furnitur. (Foto: Antara/Aji Setyawan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Saat ini Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang meraih hak untuk menerbitkan lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT) atau Penegakan Hukum Kehutanan, Tata Kelola, dan Perdagangan setelah melalui negosiasi panjang dengan Uni Eropa (UE), menyusul ditandatangani Voluntary Partnership Agreement pada 2013 dan ratifikasinya pada 2014.

"Ini merupakan peristiwa historis dalam upaya memerangi pembalakan liar di Indonesia, karena dengan menerapkan prinsip legalitas dan kelestarian melalui skema Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK), Indonesia membuktikan komitmennya pada pasar UE dan pasar global lain dalam penerapan skema perdagangan kayu yang berkelanjutan, sekaligus menjamin kelestarian hutan Indonesia," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Dia meyakini, produk perkayuan berlisensi FLEGT ini mampu membuat pemerintah optimis terhadap peningkatan daya saing industri berbasis kayu di pasar global. "Selain meningkatnya kepercayaan, pihak Uni Eropa akan (ikut produksi) produk berbasis kehutanan Indonesia yang berkelanjutan," papar dia.

Sementara menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, capaian Indonesia dalam mengembangkan sistem sertifikasi kelestarian dan legalitas kayu yang diakui secara internasional, harus dijadikan pedoman untuk produk berbasis sumber daya alam lain guna meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, sekaligus memperlihatkan komitmen Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya alam secara lestari.

Sampai dengan 23 November 2016, Indonesia telah menerbitkan 845 lisensi FLEGT dengan tujuan ke 24 negara di Uni Eropa. Nilainya, sebanyak USD25 juta, yang terdiri dari produk panel, furniture, woodworking, kerajinan, chip, perkakas, dan kertas.

Direktur PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa perolehan lisensi FLEGT ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung program pemerintah dan upaya para pemangku kepentingan dalam meningkatkan daya saing produk nasional sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan Indonesia.

"Saya berharap, penetrasi ekspor Indonesia ke pasar Eropa dapat meningkat seiring diberlakukannya lisensi FLEGT ini," pungkas Suhendra.
 


(HUS)