Desember, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 24 Nov 2016 13:56 WIB
kereta cepat
Desember, Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung
Dua pramuniaga berjaga di samping miniatur kereta cepat (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menyebut proses pembebasan lahan untuk kereta cepat Jakarta-Bandung akan rampung pada Desember. Dengan demikian, proses pengerjaan proyek tersebut diharapkan bisa dimulai pada awal tahun depan.

Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mengatakan, saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 85 persen. Sementara itu, seluruh perizinan untuk proses pembangunan kereta cepat pertama di Indonesia ini sudah diselesaikan.

"Kami yakin (pembebasan lahan segera dirampungkan), karena izin sudah lengkap. Tanah sudah 85 persen. Desember bisa 100 persen (lahan) dikuasai," kata Bintang, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Baca: JICA Datang ke Indonesia Bahas Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Dirinya menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan segera meninjau lokasi pembangunan. Terlebih kemarin pemerintah telah menggelar rapat terbatas (ratas) untuk diputuskan masalah pemberian lahan di kawasan Halim Perdanakusuma.

"Telah diputuskan akan diberikan (lahan). Presiden akan lihat lokasi, lihat ring berapa yang akan diberikan," jelas Bintang.


Pengunjung mengamati miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)


Wika, masih kata dia, akan membangun pabrik precast beton di sepanjang rel untuk mempermudah ketersediaan bahan baku proyek kereta cepat. Apalagi mengingat diperlukan alat berat untuk membuat grider box sepanjang 30 meter dengan berat 950 ton.

Baca: Bahas Kereta Semicepat, Pemerintah Bertemu Pemerintah Jepang pada 21 Desember 2016

"Alat sudah mulai diimpor karena itu ada satu alat bentangan girder box panjang tiang ke tiang 30 meter beratnya 950 ton. Jadi kami sedang menyiapkan pabrik-pabrik pracast beton itu di sepanjang rel. Karena enggak mungkin kita moving truk melalui jalan raya," pungkas dia.

 


(ABD)