Revisi Aturan, Pemerintah Batasi Tarif UWTO di Bawah 200%

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 26 Nov 2016 13:42 WIB
investasi di batam
Revisi Aturan, Pemerintah Batasi Tarif UWTO di Bawah 200%
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah mengkaji revisi Peraturan Ketua (Perka) Badan Pengelolaan (BP) Batam Nomor 19 Tahun 2016 terkait Tarif Uang Wajib Tahunan Otoritas (UWTO).

Perka ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016. Kajian tersebut didiskusikan di tingkat rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Selain itu, dalam rapat tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menkumham Yasonna H Laoly serta Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro juga membahas kisaran tarif yang dibicarakan. Namun masih harus dikaji lagi.

Baca: Tarif UWTO Membebani, Banyak Pelaku Usaha Tutup Toko

"Sudah diberikan tugas kepada tim teknis dan sudah diberikan range harga. Tapi harus dikaji oleh BP Batam dan Kemenkeu," kata Sofyan di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, akhir pekan ini.

Hertanto mengatakan, skenario tarif yang ditawarkan bermacam-macam yakni pada kosaran 100, 150, 200, hingga 250 persen. Namun keputusan nantinya tak bisa lebih dari 200 persen.




"Kenaikannya tidak lebih dari 200 persen batas atas, atau 150 persen lah katakan. Kan katanya ada yang bilang di Perka saya yang lama, sampai 300-400 persen. Walaupun itu cuma beberapa aja loh jangan disalahartikan. Tidak semuanya saya naikkan. Memang hal-hal tertentu memang saya naikkan," tutur Hartanto.

Lebih jauh, dirinya mengatakan hingga kini yang dikhawatirkan dengan tarif yang mahal membuat investor enggan datang untuk berinvestasi di Batam oleh karenanya UWTO harus diubah. Namun, dirinya pun tak bisa memastikan jika tarif UWTO diturunkan apakah akan diikuti dengan penurunan harga pasar.

"Pertanyaannya kemudian apakah iya turunkan UWTO akan turunkan harga pasar? Ya kan? Itu saja," jelas dia.


(AHL)