Pengusaha Ritel: Tren Harbolnas tak Bikin Kami Mati

Desi Angriani    •    Selasa, 12 Dec 2017 17:02 WIB
harbolnas 2017
Pengusaha Ritel: Tren Harbolnas tak Bikin Kami Mati
Belanja Online. DOk: Shutterstock.

Jakarta: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tak khawatir dengan peningkatan tren Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang digelar setiap 12 Desember.

Meski diikuti sedikitnya 250 lebih platform dengan tawaran diskon besar-besaran,  pengusaha ritel mengaku tren belanja online belum mempengaruhi sektor ritel secara signifikan.

"Tapi bukan satu-satunya yang bisa membuat kita saat ini langsung mati bahwa itu memang pertumbuhannya bagus karena memang lagi eranya terus lagi ngetren," ucap Waketum Aprindo Tutum Rahanta di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2017.

Menurutnya banyak hal yang harus dibenahi dari konsep belanja online sehingga belum menjadi pesaing bagi industri ritel. Misalnya kualitas barang, harga, jaminan keamanan, hingga aturan pajak.

"Sekarang masih kayak mainan, kalau di Amerika kamu enggak perlu cek, karena harga itu firm, aturannya ketat, semua ketat," imbuh dia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendukung penyelenggaraan program Harbolnas. Namun faktor keamanan belanja bagi para konsumen perlu menjadi perhatian untuk menekan sisi negatif dari industri e-commerce.

"Yang lebih penting adalah peserta harbolnasnya di sana harus disaring, jangan sampai menyusup tiba-tiba bikin players baru, terus malah dimanfaatkan barangnya enggak dikirim uangnya sudah ditransfer misalnya," tutur Rudi.

 


(SAW)