Memanfaatkan Limbah Jagung di Daerah Terluar

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 08 Feb 2018 19:32 WIB
jagungKemendes PDTT
Memanfaatkan Limbah Jagung di Daerah Terluar
Kemendes PDTT menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. (FOTO: dok Kemendes PDTT)

Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PT Alam Bumi Cemerlang dan Gimco Co Ltd, memanfaatkan limbah jagung.

Kedua belah pihak melakukan kerja sama memanfaatkan limbah jagung, membangun pabrik pelet kayu, serta melakukan budidaya tanaman energi (Kaliandra, Gamal) di desa, daerah tertinggal, dan kawasan transmigrasi.

"Kesepakatan ini bertujuan untuk mewujudkan kerja sama secara optimal dan terpadu, dengan menetapkan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan," jelas Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen PDTT) Anwar Sanusi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Februari 2018.

Dia mengatakan beberapa pihak dalam kerja sama ini memiliki tanggung jawab masing-masing agar dapat berjalan sebagaimana mestinya, di antaranya pihak pertama Kemendesa PDTT bertanggung jawab mempercepat perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring.

"Sedangkan pihak kedua, Bupati Sumbawa bertanggung jawab sebagai penunjang peningkatan kualitas desa. Pihak ketiga dan keempat yang merupakan pihak swasta bertugas dalam bagian kegiatan tersebut," tambah dia.

Selain itu pihak terkait sepakat dalam pemahaman bersama tersebut sesuai dengan kompetensinya. Kesepakatan bersama ini diharapkan dapat mewujudkan tujuan tersebut agar dapat meningkatkan perokonomian masyarakat desa.

Adapun penandatanganan ini juga melibatkan Bupati Sumbawa Husni Djibril, Direktur Utama PT Alam Bumi Cemerlang Ismady Supardjo, serta Vice Chairman Gimco Co Ltd Kim Cheolmin.


(AHL)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA