Indonesia akan Angkat Ekonomi Syariah di Pertemuan IMF-Bank Dunia

Arga sumantri    •    Senin, 12 Mar 2018 13:31 WIB
imf-world bank
Indonesia akan Angkat Ekonomi Syariah di Pertemuan IMF-Bank Dunia
Suasana FGD tentang IMF-Bank Dunia di Metro TV, Jakarta. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Indonesia berencana mengusung sejumlah isu dalam momen Annual Meetings International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali. Perwakilan Bank Indonesia Aditya Dinar menyebut salah satu isu menarik yang akan dijual dalam forum itu adalah tentang ekonomi syariah.

"Ada beberapa tema, pertama industrial for revolution, human empowerment (pemberdayaan manusia), dan syariah ekonomi," kata Aditya dalam diskusi 'Menakar Kesiapan Melaksanakan Annual Meetings IMF Oktober 2018' di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Senin, 12 Maret 2018.

Aditya mengatakan ekonomi syariah bakal menjadi salah satu branding yang bakal dijual Indonesia. Sebab, kata dia, Indonesia sejatinya memiliki blue print tentang pengembangan ekonomi syariah yang cukup maju.

"Itu yang kita jual dalam kegiatan nanti untuk mengoptimalkan maanfaatnya," ujarnya. 

Aditya juga menilai pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air merupakan salah satu kekhasan yang dimiliki Indonesia untuk dijual ke forum internasional. Ia meyakini forum pertemuan IMF-Bank Dunia ini bisa menjadi wadah melakukan branding yang pas menggaungkan ekonomi syariah. 

"Kita punya blue print pengembangan ekonomi syariah yang cukup advance," ujarnya. 

Indonesia akan menjadi tuan rumah Annual Meetings IMF-Bank Dunia Oktober mendatang. Tercatat, ada 189 delegasi negara-negara berkembang maupun maju akan berkumpul di Nusa Dua, Bali. Indonesia diharapkan bisa memperjuangkan kepentingan nasional dalam forum internasional ini.

 


(AHL)