Resep Mentan Kembalikan Kejayaan Pangan Indonesia

Anggi Tondi Martaon    •    Selasa, 14 Nov 2017 09:02 WIB
berita kementan
Resep Mentan Kembalikan Kejayaan Pangan Indonesia
(Foto:Anggi Tondi Martaon)

Palangkaraya: Sektor pangan Indonesia saat ini mengalami perbaikan cukup signifikan. Hal itu terlihat dari kestabilan stok, harga, dan ekspor beberapa komoditas pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman mengatakan, salah satu kunci keberhasilan membangkitkan sektor agraris Indonesia yaitu kerja dan tak mengenal kata tidak. Hal itu disampaikan Amran dalam rapat koordinasi pangan Membangun Padi Organik 300 Ribu Hektare di Kalimantan Tengah.

Rapat dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Hamdani, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Dandrem 102/Pjg Kolonel Arm Muhammad Naudi Nurdika, Polda Kalimantan Tengah dan seluruh Bupati dan Kepala Dinas Pertanian di Kalimantan Tengah.

"Kalau dia bilang tidak, saya ganti sama yang  mau bekerja. Saya suruh saja dia baca koran. 'Anda baca koran saja. Saya gaji Anda hanya untuk baca koran, asal jangan ganggu kerja saya'," kata Amran di hadapan peserta rapat koordinasi, di komplek Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Senin 13 November 2017.

Amran mengaku, sangat menyukai bekerja sama dengan TNI dan Polri. Sebab, dua instasi tersebut selalu siap bekerja kapan saja.

"Kenapa kami libatkan tentara dan polisi? TNI belum tahu perintahnya, sudah siap duluan. Benar enggak Pak Danrem? Belum tahu judulnya, sudah siap," kata Amran, disambut tawa peserta rapat koordinasi.

Amran lalu menceritakan pengalaman unik antara dirinya dengan mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko, saat diminta oleh Presiden Joko Widodo membawa traktor dari Solo, Jawa Tengah, ke Papua. Padahal, acara Presiden di Papua hanya berselang satu hari.

"Aku katakan, 'Siap Pak Presiden'. Kemudian, aku mikir bagaimana caranya? Kemudian, aku panggil Dirjend. Pak Dirjen, ini traktor harus dibawa ke Papua besok. Lalu dijawab, 'Oh enggak mungkin pak," kata Amran.

Kemudian, Amran langsung menelepon Panglima TNI dan menyebutkan ada perintah dari Kepala Negara. Panglima, kata Amran, langsung menjawab 'siap' tanpa mengetahui perintah apa yang disampaikan oleh Jokowi.

"Ketika aku bilang, 'Pak, traktor harus dipindahkan dari Solo ke Papua. Panglima menjawab, 'Waduh, berat ini tapi harus dilaksanakan'," ucap Amran. Panglima TNI tetap melaksanakan perintah tersebut. Jajarannya bersama TNI kemudia merakit traktor di atas pesawat Hercules. "Lalu, Pak Presiden lihat traktornya. Ini lah menteri sekarang, tidak ada kata tidak," ujar Amran.


(ROS)