BI Tidak Perbolehkan Fintech Gunakan Mata Uang Virtual

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 08 Dec 2017 07:16 WIB
bank indonesiafintech
BI Tidak Perbolehkan <i>Fintech</i> Gunakan Mata Uang Virtual
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia, Jakarta (MI/ROMMY PUJIANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) tidak memperbolehkan penyelenggaraan teknologi finansial atau financial technology (fintech) untuk menggunakan mata uang virtual (virtual currency). Pasalnya, mata uang semacam ini bukan merupakan alat pembayaran yang sah yang diakui oleh bank sentral.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No.19/12/PBI/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial tanggal 29 November 2017. Aturan ini menjaga fintech agar tetap menerapkan prinsip perlindungan konsumen, manajemen risiko, dan kehati-hatian.

"Dalam PBI ini terkait mata uang virtual, BI tegaskan penyelenggara fintech dilarang lakukan kegiatan sistem pembayaran dengan mata uang virtual yang bukan alat pembayaran yang sah di Republik Indonesia," kata Deputi Gubernur BI Sugeng, di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Desember 2017.

Selain tidak diperbolehkan untuk bertransaksi, BI juga melarang fintech menggunakan mata uang virtual sebagai alat penghitung transaksi. Apalagi mata uang virtual memiliki volatilitas yang sangat tinggi dan juga tidak diawasi oleh otoritas yang sah.

"Apabila ada fintech yang memiliki layanan menggunakan mata uang virtual maka BI berhak untuk menolak perizinan atau meminta fintech tersebut untuk menghapus layanan transaksi itu," jelas dia.

Selanjutnya, ketentuan pelaksanaan PBI juga diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 19/14/PADG/2017 tentang Ruang Uji Coba Terbatas (Regulatory Sandbox) Teknologi Finansial dan PADG No. 19/15/PADG/2017 tentang Tata Cara Pendaftaran, Penyampaian Informasi, dan Pemantauan Penyelenggara Teknologi Finansial.

"Melalui pengaturan tersebut, Bank Indonesia berharap ekosistem teknologi finansial yang sehat dapat terus didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan dan inklusif, dengan tetap menjaga stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, serta sistem pembayaran yang efisien, lancar, aman, dan andal," pungkasnya.


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA