Mendorong Sektor Riil untuk Mendongkrak Ekonomi

Ade Hapsari Lestarini    •    Jumat, 07 Sep 2018 10:37 WIB
btn
Mendorong Sektor Riil untuk Mendongkrak Ekonomi
Direktur BTN Maryono. (FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA)

Jakarta: Mengantisipasi pelemahan ekonomi sebagai dampak krisis global akibat perang dagang dan pelemahan nilai tukar bisa dilakukan dengan menggerakkan sektor riil, khususnya yang terkait dengan sektor properti.

Melihat hal tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengatakan perseroan telah siap mengantisipasinya dengan melakukan aksi korporasi dan turut serta dalam menggerakkan sektor riil.

"Jika sektor riilnya berkembang maka akan ada suatu pergerakan ekonomi dan bisa mendorong pertumbuhan secara tidak langsung," jelas Maryono dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 7 September 2018.

Menurut Maryono, dalam bisnis pembiayaan properti ada sekitar 117 industri yang ikut terlibat. Untuk itu, perseroan akan mendorong pertumbuhan KPR sesuai dengan target yang telah ditetapkan. "Jadi kalau bisnis properti naik, maka semua akan ikut terdorong naik," jelasnya.

Permintaan Kredit

Maryono mengungkapkan permintaan kredit saat ini masih cukup bagus, terutama untuk KPR subsidi. Karena rumah merupakan kebutuhan pokok, permintaan KPR subsidi diberbagai daerah sangat tinggi.

"Kalau rumah menengah atas memang ada koreksi, tetapi BTN mayoritas di KPR subsidi jadi tidak mengganggu kinerja perseroan. Secara umum pertumbuhan KPR sekitar 19 persen," tegasnya.

Mengenai pelemahan rupiah yang terjadi, Maryono menegaskan hal tersebut tidak berdampak pada bisnis BTN. Pasalnya, outstanding perseroan semuanya dalam bentuk rupiah.

"BTN ini enggak ada pengaruh karena semua outstanding kita rupiah dan dana kita sebagian besar hampir 100 persen adalah rupiah, jadi enggak ada dampak secara langsung," kata Maryono.

Maryono menuturkan, selain didukung permintaan KPR subsidi yang tinggi, kinerja BTN juga diuntungkan dengan relaksasi aturan uang muka atau Loan to Value (LTV).

"Dengan berbagai stimulus tersebut, serta kesiapan BTN menggarap berbagai peluang bisnis yang ada, kami meyakini akan tetap mencatatkan realisasi kinerja bisnis sesuai target yang telah ditetapkan sejak awal tahun," jelas Maryono.

Hingga Juli 2018, BTN mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh sekitar 19,55 persen yoy dari Rp178,58 triliun pada Juli 2017 menjadi sekitar Rp213,5 triliun. Untuk dana pihak ketiga (DPK), BTN menghimpun dana sekitar Rp188,33 triliun atau naik sekitar 17,27 persen yoy dari Rp160,59 triliun.

Mencatat kinerja tersebut, perseroan mencatatkan total aset sekitar Rp264,51 triliun pada Juli 2018 atau naik  17,73 persen yoy dari Rp224,68 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya.

 


(AHL)


Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi

1 day Ago

Merpati Nusantara Airlines berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji …

BERITA LAINNYA