Ramadan dan Lebaran, Industri Ritel Ditargetkan Tumbuh hingga 20%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 12 Jun 2018 13:18 WIB
ritellebaran
Ramadan dan Lebaran, Industri Ritel Ditargetkan Tumbuh hingga 20%
Ilustrasi industri ritel. (Foto: Antara/Wahyu Putro).

Jakarta: ‎Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) meyakini dunia ritel mengalami pertumbuhan di Ramadan dan Lebaran tahun ini. Apindo menargetkan pertumbuhan hingga 15-20 persen atau lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar lima persen.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan industri ritel bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang telah ditargetkan sebesar 5,4 persen.

"Kalau tahunan di Ramadan dan Lebaran tahun ini naik 15-20 persen. Tahun lalu hanya lima persen. Bulanan naiknya 25-30 persen. Maka industri ritel akan memberikan dampak besar bagi ekonomi Indonesia. Maka bisa lebih kuat lagi memberikan konsumsi ke PDB, nantinya sesuai harapan pemerintah akan meningkatkan ekonomi ke 5,4 persen. Mudah-mudahan bisa tercapai," kata Roy kepada Medcom.id, Selasa‎, 12 Juni 2018.

Baca: Pengusaha Ritel Optimistis Penjualan saat Ramadan Naik 20%

Roy pun meyakini, bahwa industri ritel offline akan bisa lebih bersaing dengan online di masa mendatang. Hal itu disebabkan, banyak perusahaan ritel yang melakukan inovasi dan perubahan yang signifikan.

Lagi pula, ujar Roy, masih banyak industri online yang mengambil barang secara offline. Maka dari itu, industri ritel offline masih bisa berjaya di masa mendatang.

"Masih akan terus. Ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan online, nah offline itu bisa melakukan. Karena hal itu, saya yakini offline masih akan terus maju," tegas dia.

Bahkan, lanjut Roy, industri ritel offline besar masih terus melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia Timur. "Yang besar-besar ritel sudah banyak ke Indonesia Timur. Transmart, Hypermart, Matahari, dan Superindo banyak yang ke sana. Makanya tak perlu ditakutkan," pungkas Roy.

 


(AHL)