Bank Ina Perdana Belum Berniat Kerek Suku Bunga Kredit

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 21 May 2018 19:56 WIB
emitenkredit
Bank Ina Perdana Belum Berniat Kerek Suku Bunga Kredit
Direktur Utama Bank Ina Edy Kuntardjo?. Dok : Medcom.

Jakarta: PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) mengakui, perusahaan belum mengerek suku bunga kreditnya. Padahal, Bank Indonesia (BI) ‎telah mengerek suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate untuk naik 0,25 persen atau 25 basis point (bps) menjadi 4,5 persen.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo mengatakan suku bunga kredit menjadi salah satu modal perbankan. Namun demi menjaga persaingan, perusahaan belum akan mengerek suku bunga kreditnya dalam waktu dekat. Sepanjang 2017, posisi suku bunga kredit Bank Ina Perdana masih berada di kisaran 10,2-10,3 persen.

"Untuk sekarang, kita melihat pasar. Kalau mesti naik, tidak pasti," ucap Edy, ditemui di ‎Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Dengan adanya peningkatan suku bunga acuan BI, dia mengaku tidak akan memberikan dampak bagi pertumbuhan kredit perusahaan. Menurut dia, besaran suku bunga kredit akan menjadi acuan nasabah‎ untuk memilih perbankan. Hal itu demi memperoleh kredit dari banyak nasabah.

"Salah satunya suku bunga di bank besar turun. Sehingga bagaimana pun kita harus menyesuaikan. Nah, karena menyesuaikan itu suku bunga menjadi alat persaingan untuk memperoleh kredit dari nasabah," jelas Edy.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyatakan, kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 4,5 persen tidak akan berdampak negatif bagi pertumbuhan kredit perbankan. Kredit perbankan akan tetap positif, karena perbankan telah selesai masa konsolidasi.

Pertumbuhan kreditbank, Heru mengatakan, akan didorong besar oleh sektor infrastruktur. Hal itu terlihat dari upaya pemerintah yang gencar membangun banyak infra‎struktur di seluruh pelosok Indonesia.

"Kredit perbankan juga menunjukkan perbaikan kredit bermasalah (NPL). NPL gross mencapia 2,75 persen, sedangkan NPL net sebesar 1,2 persen," jelas Heru.


(SAW)