70 Pelaku Usaha Properti RI Promosi Investasi ke Dubai

Devi Triana    •    Selasa, 01 May 2018 16:41 WIB
investasi properti
70 Pelaku Usaha Properti RI Promosi Investasi ke Dubai
MoU kerja sama ditandatangani antara Ketua REI Soelaeman Soemawinata dengan CEO Dubai Real Estate Institute (DREI) Mahmood Hesham El Burai. (FOTO: Metro TV/Devi Triana)

Dubai: Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) aktif memasarkan peluang investasi tak hanya di kawasan Asia, tapi juga kepada para pengusaha di Timur Tengah. Alasannya, promosi investasi asing di sektor real estat yang hanya 0,5 persen dari keseluruhan total investasi asing di Indonesia.

Sebuah memorandum of understanding (MoU) kerja sama ditandatangani antara Ketua REI Soelaeman Soemawinata dengan CEO Dubai Real Estate Institute (DREI) Mahmood Hesham El Burai di Gedung Land Department Dubai Uni Emirat Arab, Minggu, 29 April.

Adapun untuk pertama kalinya, Indonesia-Dubai Real Estate Investment Forum digelar di kota Dubai Uni Emirat Arab dengan menghadirkan 70 pelaku usaha bidang real estat yang menawarkan proyek di berbagai daerah.

Melalui forum ini diharapkan terbentuk satu platform di mana pengusaha di Timur Tengah bisa memperoleh informasi terbaru tentang perkembangan prospek bisnis properti di Indonesia termasuk aturan kepemilikan untuk asing.

Wakil Ketua Umum REI Rusmin Lawin mengatakan sudah saatnya Indonesia merambah promosi investasi real estat ke Timur Tengah dan tidak hanya berkutat di Jepang, Hong Kong, atau Korea.

"Terlebih kota Dubai adalah hub atau pusat bisnis dan finansial. Perputaran uang di Dubai datang dari berbagai negara di jazirah Arab seperti Oman, Bahrain, Irak, dan lain-lain, sehingga sangat strategis," ujar dia di Dubai, Selasa, 1 Mei 2018.

Selain itu Dubai sangat maju pesat di sektor infrastruktur dan sangat pro-investasi. Rusmin menambahkan, DREI memiliki jaringan kuat dan bagian dari pemerintahan, ada 12 asosiasi di bawahnya termasuk Real Estat dan Chamber of Commerce, sehingga lewat jaringan tersebut diharapkan Indonesia bisa lebih mendatangkan capital dan meningkatkan networking.

Direktur Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Abu Dhabi D Rizky Novihamzah mengatakan ini adalah sebuah kegiatan yang difasilitasi Indonesia Investment Promotion Centre Abu Dhabi dan didukung oleh Konsulat Jenderal RI di kota Dubai ini. Dia juga memaparkan tentang perkembangan ekonomi di Indonesia diikuti presentasi tentang proyek real estate di Indonesia dan ditutup dengan sesi one-on-one antar perusahaan dan pemilik proyek di Indonesia.

Presiden Direktur PT PP Properti Tbk Taufik Hidayat menyatakan forum semacam ini sangat baik untuk pelaku usaha karena dapat lebih mempromosikan proyek properti di Indonesia kepada calon investor di Dubai maupun yang datang dari luar Dubai.

"Di samping itu, kita dapat juga melihat peluang bisnis di Dubai yang sangat dikenal sebagai hub bisnis di Timur Tengah," tutur Taufik.

Forum ini dihadiri sekitar 10 perusahaan, termasuk pengembang, brokers, dan wealth management, di antaranya:
1. PP Properti menawarkan Pekanbaru Park di Riau seluas 0,5 hektare (ha) sebesar USD30 juta.
2. Riyadh Group Indonesia yang menawarkan Anai International Resort di Sumatera Barat seluas 400 ha sebesar USD500 juta.
3. Mandeh Resort di Sumatera Barat seluas 500 ha sebesar USD500 juta dan Tanjung Buton Industrial Estate di Riau seluas 5.600 ha sebesar USD1 miliar.
4. Alam Sutera Realty yang menawarkan Balaraja-Semanan Toll Road di Banten-Jakarta seluas 31 km sebesar USD1 miliar. 5. Eureka Prima Jaringan Group yang menawarkan Eureka Creative City di Jakarta seluas 22 ha sebesar USD4,16 miliar.
6. Jababeka Group menawarkan Jababeka City di Jawa Barat seluas 5.600 ha.
7. Ciputra Group menawarkan Citra Plaza Kemayoran City Centre dan Citra Towers Kemayoran Business District Jakarta.
8. Lake Toba Tourism Authority menawarkan Sibisa Authoritative Area seluas 602 ha sebesar USD98,5 juta.
9. Infrastructure Project dan Commercial Project di Sumatera Utara seluas USD1,7 miliar.
10. Ayla & Associates menawarkan Jimbaran Village di Bali seluas 11,5 ha dan peluang pembiayaan keuangan dari Gapuraprima Group sebesar USD77 miliar dan REI Finance senilai USD10 juta.


(AHL)