Menperin Promosi Empat Kawasan Industri ke Investor AS

Husen Miftahudin    •    Sabtu, 17 Sep 2016 17:22 WIB
indonesia-as
Menperin Promosi Empat Kawasan Industri ke Investor AS
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Mendag Enggartiasto Lukita. (FOTO: Dokumentasi Kemenperin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto berharap dukungan dari pelaku industri Amerika Serikat (AS) dalam meningkatkan nilai tambah pada industri Indonesia. Peningkatan tersebut dapat dilakukan melalui hilirisasi industri untuk mengurangi ketergantungan industri domestik terhadap bahan baku impor, bahan pendukung, dan barang modal.

"Kami harapkan investasi Amerika Serikat di Indonesia, dari komitmen investasi di 73 proyek industri yang totalnya masih di bawah USD100 juta, dapat meningkat," papar Airlangga Hartarto, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Komitmen investasi tersebut, jelas dia, meliputi sektor industri makanan dan minuman, industri logam, permesinan dan elektronika, kimia dan industri farmasi. Sementara itu, peluang lain yang potensial bagi investor Amerika Serikat terdapat di sektor hilirisasi industri berbasis sumber daya mineral, industri gasifikasi batubara dan industri petrokimia, industri agro, industri galangan kapal serta industri komponen otomotif dan kedirgantaraan.

Menperin pun juga mempromosikan empat kawasan industri yang sangat prospektif untuk investor yang saat ini sedang dibangun, yakni kawasan industri Dumai, kawasan industri JIIPE Gresik, kawasan industri Kendal serta kawasan indstri Kaltim.

Keempatnya memiliki lokasi yang strategis, didukung fasilitas infrastruktur yang memadai serta memiliki sumber daya alam dan energi yang dibutuhkan oleh industri. Peluang berinvestasi di Indonesia semakin menguntungkan dengan didukung jumlah penduduk kelas menengah yang terus meningkat dan memiliki potensi pasar sebesar USD1,8 triliun bonus demografis, serta didukung adanya sumber daya alam yang terjamin.

Selain itu, ditunjang pula oleh iklim politik yang stabil dalam sepuluh tahun terakhir. Faktor-faktor tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh AS untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Airlangga juga berharap investasi AS di Indonesia dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kedua negara dalam meningkatkan nilai tambah industri manufaktur dan, bila memungkinkan, meningkatkan kontribusi signifikan industri dalam negeri pada jaringan produk global.

"Investasi AS di sektor industri berperan penting dalam peningkatan kapabilitas teknologi di Indonesia, sehingga Indonesia dapat berpartisipasi dalam global value chain," ujarnya.

Dalam lima tahun terakhir, Indonesia memperoleh surplus perdagangan dengan Amerika sebesar USD8,6 miliar. Pada 2015, ekspor Indonesia ke Amerika sebesar USD16,2 miliar, sedangkan impor mencapai USD7,6 mIliar. Pada triwulan II-2016, penanaman modal asing (PMA) di sektor industri mencapai USD3,85 miliar, atau meningkat 58,3 persen dibanding periode yang sama 2015 (USD2,43 miliar).

Adapun di semester I-2016, indusri manufaktur berkontribusi hingga USD9,32 miliar, atau 66,2 persen dari total investasi asing sebesar USD14,07 miliar.

Amerika Serikat merupakan tujuan ekspor utama produk Indonsia, selain Jepang, Tiongkok dan Singapura. Namun, Indonesia masih berada di posisi keenam negara asal impor bagi Amerika Serikat, di bawah Tiongkok, Singapura, Jepang, Thailand dan Malaysia. Diharapkan, posisi Indonesia dapat menguat sebagai salah satu partner strategis di kawasan Asia.

Untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif, pemerintah Indonesia memberikan insentif bagi investor, di antaranya tax holiday, tax allowance, dan pembebasan bea masuk untuk impor mesin dan bahan baku tertentu.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA