Timur Jakarta makin Menggeliat

   •    Selasa, 13 Jun 2017 19:55 WIB
properti
Timur Jakarta makin Menggeliat
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Wahdi Septiawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Berlangsungnya proyek pembangunan transportasi massal oleh pemerintah pusat maupun daerah membuat pasar properti semakin menggeliat di sisi timur Ibu Kota. Sejumlah proyek transportasi massal yang mengarah timur Jakarta, juga membuat segmen kelas menengah makin memiliki banyak pilihan untuk memiliki properti.

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, pasar properti di Bogor dan Bekasi, Jawa Barat, semakin diminati dengan masuknya sejumlah pengembang besar yang memanfaatkan adanya akses transportasi massal untuk menarik segmen kelas menengah membeli properti.

"Penjualan di simpul-simpul TOD (transit oriented property) seperti di Bekasi juga sudah mulai bagus. Pokoknya daerah yang dilewati oleh LRT (light rail transit) mulai dari Bekasi Timur sampai ke Cikarang. Kalau di Bogor, koridor Cimanggis itu juga sudah mulai banyak pasar properti di sana," kata Ali saat dihubungi Media Indonesia.

Pembangunan moda transportasi massal seperti LRT, menurut Ali, menjadi faktor dominan di samping akses tol. Pengembang besar pun kini mulai memperhatikan pasar kelas menengah ke bawah yang membutuhkan moda transportasi yang memadai untuk mencapai tempat tinggal yang terbilang jauh dari tempat mereka bekerja.

Senior Associate Director Colliers Ferry Salanto mengatakan, faktor aksesibilitas memang menjadi pertimbangan utama para pemburu properti. Saat ini pilihan yang tepat memang mengarah ke timur Jakarta, seperti Bekasi, karena rencana pemerintah mengembangkan sejumlah moda transportasi massal ke arah tersebut.

Wilayah timur Jakarta yang juga terkenal sebagai kawasan industri juga menjadi magnet tersendiri karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduknya, "Contohnya saja seperti di Cikarang, jadi mereka bisa tinggal tidak jauh dari tempat tinggalnya sehingga bisa lebih mudah mengakses tempat kerjanya," ucapnya.

Dari segi tren harga, kawasan timur Jakarta juga dinilai lebih murah jika dibandingkan dengan barat Jakarta seperti Tangerang dan Tangerang Selatan yang memang lebih dulu berkembang.

Ludes

Menggeliatnya pasar properti di wilayah timur Jakarta juga dibuktikan dengan semakin bagusnya rasio penjualan properti di daerah tersebut. Cluster perumahan murah dari PT Grahabuana Cikarang, anak usaha PT Jababeka Tbk, yang dihargai kurang dari Rp400 juta, ludes terjual sebelum diluncurkan

"Namanya Palm Residence. Pada 10 Juni baru kami luncurkan, sementara saat ini masih pemasaran nomor urut penjualan (NUP). Unit yang tersedia hanya 116, tetapi yang mengambil NUP mencapai 180. Rumah yang kami pasarkan ini merupakan tipe 45," terang Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono.

Ia mengamini, pihaknya memang diuntungkan sejumlah kebijakan pembangunan moda transportasi massal di wilayah timur Jakarta. Ia pun bertekad untuk mentransformasikan citra Kota Jababeka yang lebih dulu dikenal sebagai kawasan industri modern yang terlengkap dan terbesar menjadi kawasan residensial terpadu nan eksklusif.

Sejumlah proyek properti lainnya pun akan segera diluncurkan Jababeka, misalnya pembangunan dua pusat perbelanjaan berkonsep Indonesia dan Jepang, juga kawasan penjajakan pembangunan kawasan teknologi terpadu seperti Silicon Valley di Amerika Serikat bekerja sama dengan PT Zoomy Media Indonesia.

Adanya geliat pengembang lain di wilayah Cikarang, seperti Lippo yang membangun Meikarta pun disambut baik oleh Sutedja. Itu menurutnya kian membuktikan kawasan timur Jakarta akan berkembang dengan pesat.

"Kita juga punya proyek untuk segmen lainnya di luar segmen Meikarta. Sehabis Lebaran kita akan buat kejutan lagi," tandasnya.

Saat ini Cikarang hanya terpaut sekitar 35 km dari Jakarta. Selain itu, berbagai infrastruktur bertaraf internasional juga tersedia di sekitar wilayah Cikarang seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Kertajati yang rencananya dibuka 2019, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pelabuhan Patimban yang diharapkan selesai akhir tahun ini.

Selain dapat diakses melalui dua pintu tol, yakni KM 31 Cikarang Barat dan KM 34,7 Cibatu, Kota Jababeka juga sangat dekat dengan dua stasiun kereta api yang nantinya akan dilintasi commuter line, yakni Stasiun Lemahabang dan Stasiun Cikarang yang digadang bakal menjadi hub untuk kereta-kereta dari Jawa dan Bandung. (Media Indonesia)


(AHL)