Proyek IPAL Batam jadi Destinasi Edukasi dan Wisata

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 14 Apr 2017 07:00 WIB
investasi batam
Proyek IPAL Batam jadi Destinasi Edukasi dan Wisata
Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro bersama utusan Kementerian PU, Hansol EME Co Ltd dan perwakilan konsul Kosel melakukan peletakan pipa pertama pembangunan IPAL di Batam, Kamis 13 April 2017

Metrotvnews.com, Batam: Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Hansol EME Co, Ltd resmi melakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik di Batam, Kamis, 13 April 2017.  Lokasi pembangunan yang berada di Bengkong Sadai, Kelurahan Bengkong Sadai, Batam, menggunakan lahan seluas 7 hektare (ha).

Menariknya, selain membangun IPAL, kawasan ini ke depan akan menjadi area edukasi dan rekreasi bagi masyarakat Batam.

"Proyeksi kita ke depan, kawasan ini menjadi sarana edukasi dan wisata bagi masyarakat Batam dan sekitrnya," kata Deputi IV BP Batam, Purba Robert M Sianipar dalam sambutannya di acara peletakan pipa pertama pembangunan IPAL, Kamis 13 April 2017.

Apa yang disampaikan Robert cukup beralasan. Lahan pembangunan IPAL di Bengkong Sadai cukup strategis. Selain berhadapan langsung laut lepas, sekeliling area pembangunan IPAL merupakan hutan bakau.

Kawasan itu juga berhadapan langsung dengan kawasan wisata Nongsa yang pantainya berbatasan langsung dengan Singapura. Proyek pembangunan IPAL ini dibiayai dari dana dukungan Pemerintah Korea Selatan melalui pinjaman lunak (soft loan) Economic Development Coorperation Fund (EDCF) sebesar USD43 juta.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menambahkan, pembangunan IPAL di Bengkong Sadai sudah melalui kajian mendalam dan melibatkan konsultan dan luar negeri.

"Dukungan kemudian datang dari Korsel karena mereka memiliki teknologi pembangunan IPAL yang ramah lingkungan. Itulah salah satu alasan kami tertarik bekerja sama dengan Korsel," ujarnya.

Hatanto menambahkan, penggunaan teknologi IPAL yang ramah lingkungan yang dibangun Korsel sangat cocok dengan kondisi lingkungan di kawasan Bengkong Sadai.

"Tujuan utama kami memang ingin menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, yang go green karena era sekarang memang ke arah sana (teknologi ramah lingkungan)," ujarnya.

Sekadar diketahui, pembangunan IPAL domestik di kawasan Bengkong Sadai seluas 7 ha merupakan satu dari tujuh proyek IPAL yang akan dibangun BP Batam. Enam IPAL lainnya akan dibangun di Batam Centre, Tanjunguma, Sekupang, Tembesi, Sagulung, dan Nagoya.

Pengolahan limbah domestik di Batam ini akan dilakukan secara menyeluruh melalui jaringan perpipaan yang saling terintegrasi. Limbah tersebut akan diolah hingga kadar polutannya memenuhi baku mutu lingkungan dan dialirkan ke laut lepas.

"Sebelum air limbah hasil pengolahan dialirkan ke waduk-waduk, kami akan memastikan dulu bahwa air tersebut tidak tercemar. Pusat perpipaan yang terintegrasi tahap pertama kami bangun di wilayah Batam Centre. Kapasitas produksi 20 ribu meter kubik per hari atau 260 liter per detik dan mampu mengcover 120 ribu jiwa," tambah Robert.

Sementara itu, Kim Sang Chun, Mechanical Manager Hansol EME Co, Ltd mengaku tekonologi IPAL domestik yang dikerjakan perusahaannya di Batam ramah lingkungan. Tidak menimbulkan bau dan perawatannya pun mudah.

"Proses pengolahan limbahnya tidak menimbulkan bau sehingga tidak akan mengganggu masyarakat sekitar. Bakteri-bakteri saat pengolahan akan langsung ditangkap (serap) oleh akar-akat tanaman sehingga mampu menghasilkan air yang bersih dan tidak tercemar," pungkasnya.


(SAW)