BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75%

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 20 Apr 2017 17:34 WIB
suku bunga
BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75%
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara. MTVN/Eko Nordiansyah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan level suku bunga acuan BI 7 day Reverse Repo Rate sebesar 4,75 persen. Terhitung sejak awal tahun ini bank sentral selalu menjaga level suku bunga yang tahun lalu mengalami beberapa kali pelonggaran.

Tetap bertahannya level suku bunga diikuti pula oleh langkah BI untuk mempertahankan suku bunga Deposit Facility (DF) serta Lending Facility (LF) yang masing-masing berada pada level sebesar empat persen dan 5,5 persen.

"Keputusan tersebut konsisten dengan upaya BI menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendorong berlanjutnya perekonomian domestik," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 20 April 2017.





Dirinya menambahkan, BI kian optimistis dengan prospek ekonomi nasional ke depan yang dinilai akan tetap membaik dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Stabilitas makroekonomi diperkirakan tetap terjaga dengan baik meskipun tetap memperhatikan berbagai risiko yang dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia.

"Ke depan Bank Indonesia tetap mewaspadai risiko dari ketidakpastian global meskipun ada perbaikan peremonomian di negara maju. Namun perlu diwaspadai adanya wacana penurunan neraca bank sentral Amerika Serikat dan kondisi geopolitik di beberapa negara," jelas dia.
 
Meski begitu, BI tetap meminta pemerintah waspadai adanya dampak dari penyesuaian administered price terhadap kenaikan inflasi. Untuk itu, BI terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudnesial, dan sistem pembayaan demi tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di Indonesia.

"BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam upaya pengendalian inflasi. Koordinasi BI-pemerintah juga guna penguatan stimulus pertumbuhan, dan percepatan reformasi struktural, dengan memperhatikan level inflasi," pungkasnya.


 


(SAW)

Salah Kaprah Biaya Isi Ulang

Salah Kaprah Biaya Isi Ulang

12 minutes Ago

Pengenaan biaya isi ulang bertentangan dengan semangat mewujudkan gerakan transaksi nontunai ya…

BERITA LAINNYA