National Payment Gateway BI Belum Berkembang untuk Tangkap Kegiatan e-Commerce

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 19:30 WIB
e-commerce
National Payment Gateway BI Belum Berkembang untuk Tangkap Kegiatan e-Commerce
Bank Indonesia (BI). MI/Usman.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan salah satu yang membuat pelacakan data transaksi jual beli online atau e commerce masih kecil yakni karena sistem pembayaran dalam negeri atau national payment gateway yang dikembangkan Bank Indonesia belum maksimal.

Padahal, Darmin mengakui potensi transaksi e commerce di Tanah Air sangat besar dan bisa menjadi penyumbang bagi kegiatan ekonomi. Namun, sayangnya banyak transaksi yang tak terlacak dalam sistem.

"E-commerce itu banyak yang punya sirkuit sendiri dan belum masuk di BI. National payment gateway-nya belum berkembang cukup kuat untuk mengetahui transaksi digital," kata Darmin di Wstin Hotel, Jakarta Pusat, Rabu 9 Agustus 2017.

Sebelumnya ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa transaksi e commerce yang tak belum mampu terdeteksi mejadi salah satu penyebab angka pertumbuhan konsumsi rumah tangga menurun. Namun, hal tersebut ditepis pemerintah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika diliaht, pelaku e-commerce merupakan kelompok menengah ke atas yang jumlahnya 25,5 juta jiwa. Porsinya lebih kecil dari total penduduk kendati diakui potensi e-commerce sangat besar.

"Meski belum menunjukkan pasti berapa share-nya, tapi masih kecil dibanding total konsumsi. Kalau dilihar dari jumlah rumah tangga, enggak mungkin yang kelas bawah lakukan online," kata Suhariyanto.

BPS pun mengakui saat ini belum bisa menghitung pergerakan transaksi jenis ini. Namun, kata Suhariyanto, ke depannya perlu ada perhitungan dan pengumpulan data dengan melibatkan instansi lain.

"Kita harus duduk bareng. BPS enggak akan sanggup, saya enggak punya resources (SDM)," jelas dia.


(SAW)