Kisah Menteri Basuki tak Punya Kampung Halaman

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 13 Oct 2018 15:24 WIB
kementerian pekerjaan umumIMF-World Bank
Kisah Menteri Basuki tak Punya Kampung Halaman
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Medcom.id/Ade Hapsari Lestarini)

Nusa Dua: Mempunyai kampung halaman menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi beberapa orang. Bahkan, bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak saudara menjadi momentum tersendiri. Akan tetapi, rasa bangga itu hilang dalam sekejap ketika musibah bencana melanda, seperti yang dirasakan korban gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pun bisa merasakan bagaimana rasanya tak punya kampung halaman. Basuki merasakan derita yang dialami warga korban gempa dan tsunami ini. Baginya, tak mudah jika seseorang sudah sejak lahir tinggal di kampung halaman lalu harus pindah dari tempat itu.

"Enggak gampang kita lahir di satu tempat, lalu harus pindah. Saya merasakan dan saya enggak punya kampung halaman. Rumah bapak ibu saya dijual, itu enggak gampang, tercabut dari kampung halaman atau kelahiran," ujar Basuki, sedikit tersendat, saat ditemui di sela agenda Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018, Nusa Dua, Bali, belum lama ini.



Cerita Basuki ini terkait dengan relokasi korban gempa yang terdampak fenomena likuifaksi. Pemerintah rencananya akan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di bekas lahan likuifaksi tersebut.

Namun demikian, proses relokasi tersebut dibutuhkan pendekatan dan sosialisasi ke masyarakat secara mendalam. Bahkan hingga ke ulama.

"Kemarin kita bertemu sebentar dengan ulama yang ada pesantrennya di sana. Kita pendekatan dahulu, karena relokasi pasti yang merasakan langsung masyarakat," ujar Basuki.

 


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA