Capaian Kinerja Bulog di 2018

Angga Bratadharma    •    Kamis, 03 Jan 2019 10:27 WIB
berasstok berasbulog
Capaian Kinerja Bulog di 2018
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (MI/SUSANTO)

Jakarta: Sepanjang 2018, Perusahaan Umum (Perum) Bulog tetap konsisten menjalankan berbagai penugasan dari pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan. Upaya mewujudkan kedaulatan pangan melalui stabilisasi harga pun terus dilakukan dari hulu hingga ke hilir.

Di sisi hulu, Bulog menyerap hasil produksi petani dalam negeri di seluruh pelosok Indonesia dan bekerja sama dengan TNI dalam gerakan Serap Gabah Petani (Sergap). Di hilir, Bulog  melakukan pemeratan stok pangan ke seluruh pelosok Indonesia dan stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar yang dilakukan sepanjang waktu.

Selain itu, Bulog juga menyalurkan Bantuan Sosial Rastra, penyaluran bantuan pangan untuk korban bencana alam, pasokan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta menjual komoditas pangan pokok murah berkualitas melalui berbagai saluran komersial Bulog.

Beras sebagai pangan pokok masyarakat Indonesia memiliki andil sebesar 0,130 persen terhadap inflasi di 2018. Berdasarkan data BPS, Bulog berhasil menstabilkan harga pangan pokok yakni beras umum selama 2018 ada di kisaran Rp11.606 per kg, gula pasir Rp13.676 per kg, dan daging sapi Rp114.195 per kg, serta jagung Rp7.316 per kg.

"Sesuai dengan penugasan pemerintah dan amanat UUD, Perum Bulog terus melakukan tugas-tugasnya demi mewujudkan kedaulatan pangan," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, seperti dikutip dari keterangan resminya, di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2019.

Dalam rangka menjalankan penugasan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sepanjang 2018 Perum Bulog telah melakukan pengadaan sebanyak 3,2 juta ton setara beras dan stok beras CBP di akhir 2018 sebanyak 2,1 juta ton setara beras atau merupakan CBP terbesar yang pernah dikelola Bulog dalam lima tahun terakhir.

Penyaluran Bansos Rastra mencapai 1,2 juta ton, pengelolaan CBP untuk operasi pasar sebanyak 544 ribu ton merupakan stabilisasi harga dengan jumlah terbesar selama 10 tahun terakhir dan CBP bencana alam sebanyak 6.953 ton yang di antaranya digunakan untuk korban bencana alam di Palu Donggala (Sulawesi Tengah), dan Lombok (NTB).

Stok akhir di 2018 untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 477 ribu ton, jagung 53 ribu ton, daging kerbau 5,8 ribu ton, dan minyak goreng 2,6 ribu kiloliter. Adapun Bulog menyadari bahwa keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras dan pangan pokok lainnya di seluruh daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama.

"Tentunya dengan dukungan seluruh pihak, serta dilakukan dengan perhitungan yang matang dari aspek hulu hingga hilir," tuturnya.

Memasuki 2019, masih kata Buwas, sapaan akrabnya, Bulog memastikan ketahanan stok dapat terus terjaga dan operasi pasar terus dilakukan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran di masyarakat dan gejolak harga di pasar. "Serta menjamin hasil panen petani dapat diserap sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan," pungkasnya.


(ABD)