Pemerintah Terima Evaluasi Ombudsman terkait Satgas Pangan

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 10 Aug 2017 15:40 WIB
pangankementerian pertanian
Pemerintah Terima Evaluasi Ombudsman terkait Satgas Pangan
Mentan Amran Sulaiman. (FOTO: MTVN/Intan)

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Ombudsman sedang mengevaluasi kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Hal itu dilakukan agar tata niaga pangan bisa berjalan baik, dan tidak ada gejolak harga yang membuat banyak masyarakat resah.

Melalui evalusasi itu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan kinerja Satgas Pangan semakin baik. Mereka bahkan berhasil mengungkap kartel bawang putih beberapa waktu lalu.

"Bagus enggak kemarin satgas dengan bawang putih? Langsung tangkap (pelaku kartel), langsung turun, harga stabil," tutur Amran, ‎ditemui dalam acara senam pagi bertajuk '72 Tahun Kerja Bersama: Sehat dengan Pangan Lokal', di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Kamis 10 Agustus 2017.

Penanganan kasus Beras Maknyuss yang sedang dipantau oleh Ombudsman, diakui Amran kasus tersebut sebagai masalah yang tidak mudah diselesaikan. Dia menyebut, tata niaga beras saat ini sedang diatur oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Meski demikian, Amran tetap menerima baik evaluasi yang dilakukan Ombudsman.‎ Nantinya, dari hasil evaluasi ini akan menetapkan bahwa Satgas Pangan tetap dilanjutkan atau tidak dalam melakukan operasi pasar.

Baca: Penindakan Satgas Pangan Efektif Mengembalikan Stabilitas Harga

Semakin banyak masukan ke Kementan, lanjut dia, maka semakin baik pula kinerja pemerintah. Karena, saran dan kritik bakal membantu kinerja pemerintahan dalam membuat harga pangan lebih terjangkau untuk masyarakat.

Sebelumnya, Ombudsman akan mengevaluasi keberadaan Satgas Pangan. Evaluasi akan dilakukan untuk mengukur efektivitas dan manfaat dari peran Satgas Pangan.

Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap kasus yang menimpa PT Indo Beras Unggul (IBU). Kasus penggrebekan gudang PT IBu oleh Satgas Pangan diduga terindikasi maladministrasi.

Dalam kasus itu, Ombudsman sedang memeriksa kebenaran informasi atas kandungan yang berbeda antara beras yang ditemukan dengan yang tercantum di kemasan beras milik PT IBU.

Selain itu, Ombudsman juga sedang memeriksa keberfungsian lembaga-lembaga pengawas pangan yang ada selama ini dan mengaudit regulasi yang begitu cepat terbentuk dan dibatalkan, yakni Peraturan Menteri Perdagangan No 47/2017.

"Kami akan mengevaluasi apakah memang fase umur Satgas Pangan ini cukup sampai di sini atau masih terus. Kalau perlu, kembalikan saja pada institusi masing-masing dan diperkuat," ucap Alamsyah.

 


(AHL)