Nyonya Meneer Resmi Ajukan Kasasi Putusan Pailit

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 12 Aug 2017 08:39 WIB
nyonya meneer
Nyonya Meneer Resmi Ajukan Kasasi Putusan Pailit
Para buruh PT Nyonya Meneer saat berunjuk rasa meminta agar perusahaan jamu tersebut tidak dipailitkan, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (9/3). ANTARA FOTO/R. Rekotomo.

Metrotvnews.com, Semarang: PT Nyonya Meneer resmi mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Niaga Semarang yang membatalkan putusan Penangguhan Kewajiban Pembayaran Utang sehingga pabrik jamu tersebut dinyatakan pailit.

"Secara resmi pada 10 Agustus kami menyerahkan memori kasasi," kata kuasa hukum Nyonya Meneer, La Ode Kudus di Semarang seperti dilansir Antara, Jumat 11 Agustus 2017.

Menurut La Ode, terdapat sejumlah alasan dalam memori kasasi yang diajukan tersebut. Ia juga menjelaskan putusan hakim pengadilan niaga bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.

Putusan pengadilan pada 2015 tentang penundaan kewajiban pembayaran utang disepakati oleh para kreditor serta PT Nyonya Meneer sebagai debitor.

Dalam putusan tersebut, Hendrianto Bambang Santoso sebagai salah satu kreditor yang menggugat putusan tersebut hingga Nyonya Meneer pailit juga turut menandatangi kesepakatan damai itu. 

Selama ini, lanjut La Ode, PT Nyonya Meneer selalu memenuhi kewajiban membayar utang sesuai putusan PKPU.

"Dibayar dalam jangka waktu lima tahun dengan cara dicicil. Namun dalam putusan PKPU tidak dijelaskan bagaimana mekanisme menyicilnya. Selama ini Nyonya Meneer selalui memenuhi kewajibannya kepada para kreditor," jelas La Ode.

Atas pengajuan kasasi tersebut, Kurator pada kepailitan Nyonya Meneer, Wahyu Hidayat mempersilakan debitor melakukan upaya hukum lanjutan atas putusan pailit itu.

Meski demikian, kata dia, hukum acara kepailitan tetap berjalan. Kurator, bekerja berdasarkan atas Undang-undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

"Dalam kepailitan tidak ada lagi upaya perdamaian," pungkas La Ode.

Sebelumnya, Pengadilan Niaga Semarang memutus pailit PT Nyonya Meneer melalui sidang pada 3 Agustus 2017. Pengadilan membatalkan putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang yang diputus Pengadilan Niaga Semarang pada 2015.


(DEN)