Target Transaksi REI Expo 2017 Rp1 Triliun

   •    Selasa, 18 Apr 2017 09:55 WIB
rei
Target Transaksi REI Expo 2017 Rp1 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran pameran properti Real Estat Indonesia (REI) Expo 2017 berlangsung di Jakarta Convention Center, pada 15-23 April 2017. Ajang ke-31 yang dilangsungkan Debindo bersama Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perusahaan (DPP) REI itu diikuti 54 pengembang.

Jumlah peserta tersebut tidak sebanyak ajang serupa yang digelar pada Oktober tahun lalu yang diikuti hingga lebih dari 80 pengembang dan menghasilkan transaksi sekitar Rp1,47 Triliun. General Manager PT Debindo Multi Adhiswati, Rizal Adiputra, mengutarakan target tersebut realistis untuk dapat tercapai.

"Tahun ini lebih sedikit yang ikut karena ada beberapa kondisi, beberapa di antaranya juga terkait dengan pilkada DKI Jakarta. Disesuaikan dengan jumlah peserta, kami menargetkan target transaksi hingga Rp1 triliun dan jumlah pengunjung sampai 40 ribu orang. Properti yang ditawarkan tersebar di 87 lokasi strategis di Indonesia," kata Rizal kepada pers di sela pembukaan REI Expo 2017.

Sejumlah kemudahan pun bisa didapatkan pengunjung yang melakukan transaksi selama REI Expo 2017, mulai uang muka (DP) ringan hingga cicilan per tahun yang juga ringan.

Ketika membuka pameran, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, mengatakan kembali dihelatnya REI Expo 2017 merupakan wujud optimisme pengembang untuk kembali menggairahkan pasar properti Indonesia yang tiga tahun terakhir mengalami kelesuan.

Meski kondisi ekonomi sudah membaik, perkembangan pasar properti nasional masih berjalan cukup lambat. Menurut pria yang akrab disapa Eman itu, properti bukan hanya terkait dengan hunian, melainkan juga perkantoran, pusat perbelanjaan, dan kondotel.

Sektor properti, tambahnya, merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional karena mampu menyerap banyak tenaga kerja. Karena itulah, semua pihak harus terus mendorong pasar properti terus bertumbuh agar tidak ada lagi pengembang yang harus gulung tikar.

"Kalau pengembang bertumbangan, banyak tenaga kerja yang akan menganggur. Pameran ini bukti komitmen kita untuk membawa produk ke pasar, bukan dalam arti komoditas, melainkan komunitas. Kalau properti terbangun, komunitas yang ada di dalamnya juga akan ikut bertumbuh," kata Eman.

Pada pameran tersebut, PT Bank Negara Indonesia/BNI (Persero) Tbk menyelenggarakan sejumlah aktivitas yang dapat mempermudah pengunjung mendapatkan properti, seperti cicilan ringan, uang muka ringan, dan kecepatan dalam melakukan akad kredit.

"Jika persyaratan sudah lengkap, transaksi yang dilakukan sebelum pukul 12.00, pada sore hari sudah bisa dilakukan akad. Jika transaksi di atas jam tersebut, paling lama ialah jam 10.00 keesokan harinya," kata Harry Kristianarko, Group Head Business Corporate Sales PT BNI. (Media Indonesia)


(AHL)