BI Gencar Kembangkan Pertanian Terintegrasi Sulut

   •    Selasa, 18 Apr 2017 20:02 WIB
bank indonesia
BI Gencar Kembangkan Pertanian Terintegrasi Sulut
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Asep Fathulrahman)

Metrotvnews.com, Manado: Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendorong pengembangan pertanian terintegrasi di daerah tersebut karena dinilai mampu meningkatkan ketahanan pangan.

"Untuk tahap pertama BI melakukan pengembangan pertanian terintegrasi tanpa limbah di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulut," kata Kepala BI Perwakilan Sulut Soekowardojo di Manado, seperti dikutip dari Antara, Selasa 18 April 2017.

Dia menjelaskan pertanian terintegrasi merupakan sistem budidaya tanaman padi yang diintegrasikan dengan peternakan sapi sehingga membentuk satu siklus produksi yang tidak menghasilkan limbah (no waste). Dengan adanya sistem ini, katanya, maka pertanian berjalan baik dan diikuti pula dengan peternakan sapi sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dia menjelaskan program pertanian terintegrasi ini yakni, padi ditanam kemudian jerami yang dihasilkan akan digunakan untuk penggemukan sapi. "Buangan sapi akan diolah menjadi pupuk organik yang digunakan untuk budidaya padi tersebut," jelasnya.

Bank Indonesia akan melakukan pendampingan kepada kelompok usaha produktif daerah yang tergabung dalam Klaster Pertanian Terintegrasi. Bentuk pendampingan adalah selain pelatihan teknis juga fasilitasi akses terhadap lembaga keuangan baik bank maupun nonbank sehingga usaha tani dapat berkembang secara mandiri.

"Jadi yang kami berikan dalam bentuk teknologi penggemukan sapi dan juga pemanfaatan jerami padi. Semua ada teknologinya," katanya.

Jika berkembang dengan baik, katanya, BI akan libatkan kredit usaha rakyat (KUR) BRI untuk pengembangan luas lahan dan jumlah ternaknya. Dia menjelaskan perbankan di Sulut telah membiayai sektor pertanian dan peternakan di Sulut, walaupun harus diakui masih lebih kecil dibandingkan sektor perdagangan.

"Namun BI terus mendorong agar perbankan di Sulut melihat lebih dekat lagi, sehingga sektor pertanian dan peternakan Sulut mendapatkan porsi kredit lebih besar lagi," jelasnya.


(AHL)