Penurunan Tarif tak Bisa Cegah Penghindaran Pajak

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 16 May 2017 16:53 WIB
pajak
Penurunan Tarif tak Bisa Cegah Penghindaran Pajak
Illustrasi (ANT/Umarul Faruq).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejahatan pajak melalui penghindaran pajak ke luar negeri saat ini memang sedang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia.

Tak dapat dipungkiri salah satu yang menjadi alasan wajib pajak untuk menghindari pajak yakni karena tarif pajak yang tinggi sehingga mereka memilih untuk menempatkan asetnya di negeri yang tarif pajaknya lebih kompetitif alias rendah.

Hal ini pun dicermati oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan. Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Awan Nurmawan Nuh mengatakan pihaknya masih mengkaji perdebatan mengenai tarif. Saat ini tarif PPh untuk badan di Indonesia yakni 25 persen.

Dia bilang, ada pertentangan, jika ingin mengikuti tarif yang kompetitif maka mau tidak mau harus menurunkan tarif. Namun, penurunan tarif tentu akan membuat penerimaan negara juga ikut turun.

"Makanya ini masih kita kaji dalam revisi UU Pajak Penghasilan (PPh)," kata Awan dalam diskusi pajak di Hotel Four Points, Jakarta Pusat, Selasa 16 Mei 2017.

Namun, kata Awan, untuk mencegah penghindaran pajak tak hanya dilakukan dengan menurunkan tarif pajak semata. Dia bilang, saat ini yang terpenting otoritas pajak tengah meningkatkan kerja sama antarnegara untuk memperkaya data atau multinational channeling.

Selain itu, lanjut Awan, DJP juga bekerja sama dengan pihak ketiga serta otoritas lainnya seperti OJK untuk bertukar informasi atau data yang berhubungan dengan wajib pajak.

"Jadi obatnya bukan hanya tarif,  tapi bagaimana kami bisa kuasai data dan tingkatjan kerja sama," jelas dia.



(SAW)