Kemendag Pastikan Tak Ada Pembatasan Daftar Komoditas dalam Imbal Dagang

Desi Angriani    •    Rabu, 17 May 2017 19:58 WIB
kementerian perdagangan
 Kemendag Pastikan Tak Ada Pembatasan Daftar Komoditas dalam Imbal Dagang
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (ANTARA/Widodo S. Jusuf).

Metrotvneews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia tengah menjajaki proses imbal dagang dengan negara Rusia senilai USD600 juta. Dalam kerja sama tersebut, pemerintah menginginkan pesawat tempur Sukhoi Rusia, sebaliknya negeri beruang merah tersebut tertarik dengan produk karet asal Indonesia. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, tidak akan membatasi daftar komoditas yang sekiranya dapat menjadi pilihan negara mitra. Penentuan komoditas yang akan diperdagangkan tergantung dari hasil negosiasi kedua belah pihak.

"Enggak ada list ya, enggak dibatasi komoditas apa dalam imbal dagang," ucap Enggar seusai menandatangani MoU dengan Kejaksaan Agung RI di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Engga menuturkan, secara teknis kementerian perdagangan akan diwakili oleh PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk melakukan transaksi dengan Rostec, produsen alat persenjataan asal Rusia.

"Mereka lah yang akan melakukan transaksi dagang dari sisi kita," katanya.

Adapun sistem imbal dagang pertama kalinya diterapkan oleh pemerintah. Sistem ini mewajibkan eksportir negara mitra dagang untuk membeli produk dalam negeri. Hal ini dianggap mampu untuk meningkatkan ekspor serta membuka pasar-pasar baru tujuan ekspor.

Oleh sebab itu, kata Enggar, Kementerian Perdagangan menggandeng Kejaksaan Agung RI untuk melakukan pendampingan dan pengawasan agar terhindar sari kriminalisasi kebijakan dan kerugian negara.

"Ini akan jadi yang pertama kali dan kami tidak mau salah. Makanya kami kerjasama dengan Kejaksaan,"  tandasnya.



(SAW)