KSPI Sebut Daya Beli Menurun Bukan karena Politik

   •    Sabtu, 07 Oct 2017 17:22 WIB
daya beli masyarakat
KSPI Sebut Daya Beli Menurun Bukan karena Politik
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, penurunan daya beli masyarakat bukan hanya sekadar isu yang dihembuskan sebagai 'gorengan' lawan politik, tapi merupakan fakta yang terjadi.

"Sadar lah, presiden telah keliru bahwa industri tumbuh 16,9 persen dan menyatakan tidak ada penurunan daya beli masyarakat dan buruh. Isu itu hanya gorengan lawan politik, itu tidak benar," kata Said Iqbal pada aksi Hari Upah Layak Internasional di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu 7 Oktober 2017.

Said Iqbal merujuk pernyataan Presiden Joko Widodo pada rakornas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada Selasa 3 Oktober malam yang menyebutkan isu penurunan daya beli masyarakat sengaja dihembuskan oleh lawan politik untuk kepentingan Pilpres 2019.

"Kami hari ini turun ke jalan karena fakta di lapangan sudah hampir 50 ribu orang mengalami PHK. Ini fakta bukan sekadar angka dari pembisik presiden, turun lah ke lapangan dan lihat itulah fakta yang dihadapi," jelas dia.

Ia berpendapat bahwa pernyataan tersebut keliru karena saat ini terjadi penurunan daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok yang melambung, naiknya tarif dasar listrik serta BBM.

Di samping itu, upah buruh murah, juga terjadi PHK diberbagai sektor industri di seluruh Indonesia sehingga semakin melemahkan daya beli buruh dan masyarakat. Akibatnya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Meski ia mengakui terjadi pergeseran dari transaksi offline ke transaksi online namun tidak begitu berdampak besar karena diperkirakan transaksi online atau berbelanja melalui ecommerce hanya 1,5 persen dari total transaksi.

"Jadi online itu hanya menyerap ratusan tenaga kerja tapi faktanya akibat daya beli buruh dan rakyat yang menurun telah terjadi PHK besar-besaran, hampir 50 ribu buruh ter PHK dalam tiga bulan terakhir," jelas dia.

 


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA