Pentingnya Melindungi Keanekaragaman Hayati

Tri Kurniawan    •    Kamis, 07 Dec 2017 09:26 WIB
berita kementan
Pentingnya Melindungi Keanekaragaman Hayati
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir. Foto: Medcom.id/Tri Kurniawan

Malang: Beberapa tahun ke depan, pangan dan energi adalah dua hal yang sangat diperlukan dunia. Karena energi berbasis fosil mulai habis, bioenergi akan menjadi tumpuan.

Negara tropis, termasuk Indonesia, akan memiliki peran penting mewujudkan bioenergi karena kaya dengan sumber keanekaragaman hayati. Maka ke depan, tanaman bukan hanya berfungsi sebagai pangan, beberapa tanaman pangan berfungsi sebagai energi.

Karena itu, Kementerian Pertanian meletakkan dasar-dasar agar negara ini bisa mencapai kedaulatan pangan pada 2045.

"Kita memperkuat keanekaragaman hayati, karena itu menjadi pilar penentu dan berkontribusi besar terhadap kemampuan kita melanjutkan kedaulatan pangan sekaligus kemandirian energi berbasis bioenergi," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian Muhammad Syakir.

Hal itu disampaikan Syakir saat pidato dalam acara perlindungan varietas tanaman goes to campus di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Rabu, 6 Desember 2017. Dalam acara ini, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian memberikan penghargaan kepada pemulia dan para pihak yang berperan dalam pelestarian plasma nutfah dan varietas lokal.

Klik: Kementan Apresiasi Pemulia dan Pelestari Varietas Lokal

Menurut Syakir, pemerintah mendorong semua anak bangsa agar mengkonservasi sumber keanekaragaman hayati. Bukan hanya pemerintah dan perguruan tinggi, tapi swasta, lembaga swadaya masyarakat, petani, juga harus menyadari pentingnya melindungi keanekaragaman hayati.

Syakir mengakui saat ini mulai tampak pemahaman masyarakat terhadap pentingnya melindungi keanekaragaman hayati dengan mendaftarkan varietas.

Menurut data Pusat Perlindungan Varietas Tanaman, hingga September 2017, varietas hasil pemuliaan yang sudah didaftarkan ada sebanyak 1.278 dan varietas lokal sebanyak 683. Sedangkan varietas tanaman yang sudah mendapatkan perlindungan sebanyak 405 hingga Agustus 2017.
 
Penghargaan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman kepada pemulia dan dan para pihak yang berperan dalam pelestarian plasma nutfah dan varietas lokal diharapkan terus memicu semangat masyarakat untuk melindungi keanekagraman hayati berbasis lokal.

"Karena itulah modal kita ke depan dalam rangka kedaulatan pangan dan energi serta meletakkan Indonesia sebagai negeri pangan dunia," ujar Syakir.


(TRK)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA