Investasi di Proyek Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Instrumen bagi Investor

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 08 Nov 2017 16:39 WIB
infrastruktur
 Investasi di Proyek Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Instrumen bagi Investor
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. ANT/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus menyiapkan instrumen untuk menggaet investor berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan perpetuity notes atau surat berharga yang diterbitkan tanpa ada masa pelunasan dan kupon dilakukan secara periodik. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, perpetuity notes menjadi instrumen yang tepat ditawarkan kepada investor yang belum memiliki kesiapan ekuitas secara penuh. Khususnya, para pengusaha swasta yang baru akan masuk berinvestasi di sektor infrastruktur.

"Perpetuity notes itu kan near equity. Jadi dia tidak full equity. Nah yang paling penting, dia bisa menjadi alternatif bagi investor yang mungkin belum terlalu siap menjadi investor equity secara penuh," kata Bambang, di JCC Jakarta, Kamis 8 November 2017.

Menurutnya, dengan membeli instrumen tersebut maka tingkat pengembalian dan tingkat risikonya lebih bisa dikelola oleh investor. 

Selain itu, Bambang juga menyampaikan, untuk investor yang ingin menjadi insvestor equity bisa menggunakan instrumen Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

"Nah kalau yang ingin lebih sebagai investor ekuiti bisa melalui RDPT maupun partisipasi langsung. Jadi, kita sediakan semua kemungkinan dari yang risk appetite rendah sampai risk appetite tinggi," jelas dia.

Untuk kriteria proyek yang dapat menggunakan kedua instrumen tersebut, Bambang menambahkan, proyek tersebut harus masuk dalam kategori Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA).

"Kalau pakai rupiah kita menargetkan proyek dengan IRR (Internal Rate of Ratio) di atas 13 persen yang akan didorong dengan ekuiti financing atau PINA tersebut," sebut dia.



(SAW)