RI Harus Bisa Menangkap Peluang dari Pertemuan IMF-Bank Dunia

Kautsar Widya Prabowo    •    Senin, 12 Mar 2018 11:15 WIB
imf-world bank
RI Harus Bisa Menangkap Peluang dari Pertemuan IMF-Bank Dunia
Chief of Organisational Transformation Officer Kemenkeu Adi Budiarso (kedua dari kanan). FOTO: (Medcom.id/Kautsar)

Jakarta: Indonesia harus bisa menangkap peluang dari pertemuan IMF-Bank Dunia yang akan dilaksanakan pada Oktober 2018 di Bali.

Oleh karena itu Indonesia harus memiliki sikap kepemimpinan dalam menangkap peluang itu, serta dapat melakukan pemberdayaan potensi di Indonesia.

Demikian disampaikan Chief of Organisational Transformation Officer Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Adi Budiarso dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Menakar Kesiapan Indonesia Melaksanakan Annual Meetings IMF, di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

"Leadership yang berarti harus menangkap peluang berdampak luas dan pemberdayaan komitmen untuk mendorong perubahan menjadi negara maju di 2030 atau 2045," jelas Adi.

Dia mengatakan persiapan menyambut ajang pemangku ekonomi terbesar ini telah dilakukan sejak 2015. Potensi kuliner dan pariwisata terus dikembangkan agar menjadi peluang untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Tercatat, ada 189 delegasi negara-negara berkembang maupun maju yang akan berkumpul di Nusa Dua, Bali pada Oktober. Oleh sebab itu, Indonesia harus memiliki dampak yang besar untuk pertemuan ini.

"Showcase potensi Indonesia yang kuat dari kuliner, hospitality, dan pemberdayaan wisata," tambahnya.

Hal tersebut tidak terlepas dengan persiapan Indonesia menyambut kurang lebih 18 ribu tamu dari 189 delegasi negara yang tergabung dengan IMF dan Bank Dunia.

Persiapan tersebut yakni seperti membangun bandara Lombok dan Banyuwangi menjadi bandara alternatif. Dari sisi keamanan telah siap untuk mengevakuasi VVIP dalam waktu 1-2 jam dan VIP 2-10 jam, jika sewaktu-waktu terjadi keadaan yang tidak diinginkan, seperti tsunami, gunung meletus, dan gempa bumi.

"Kalau dihitung, itu (pertemuan IMF-Bank Dunia), menjadi peluang bagi Indonesia menjadi tuan rumah IMF akan terjadi 50 tahun lagi," pungkas dia.

 


(AHL)