BSM Catat DPK Rp74,75 Triliun di Kuartal III-2017

Angga Bratadharma    •    Senin, 13 Nov 2017 07:02 WIB
bsm
BSM Catat DPK Rp74,75 Triliun di Kuartal III-2017
Ilustrasi Bank Syariah Mandiri (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Jakarta: Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sebesar Rp74,75 triliun sampai dengan kurtal III-2017. Adapun perolehan tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 13,30 persen (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp65,98 triliun.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Mandiri Syariah," kata Direktur Financing Risk and Recovery Mandiri Syariah Choirul Anwar, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin 13 November 2017 seraya mengaku optimistis dapat membukukan kinerja lebih baik lagi hingga akhir 2017.

Komposisi DPK mayoritas atau mencapai 50,75 persen merupakan dana murah (low cost fund). Total dana murah pada September 2017 mencapai sebesar Rp37,94 triliun. Pada tahun lalu di periode yang sama komposisi dana murah Mandiri Syariah sebesar 49,15 persen atau Rp32,43 triliun.

Pertumbuhan dana per masing-masing produk yakni tabungan tumbuh 11,84 persen (yoy) atau meningkat Rp3,07 triliun menjadi Rp28,99 triliun. Sedangkan giro tumbuh sebesar 37,47 persen (yoy) atau meningkat Rp2,44 triliun sehingga menjadi Rp8,94 triliun.

"Deposito secara tahunan tumbuh 9,74 persen atau tumbuh Rp3,27 triliun menjadi Rp36,81 triliun," ungkap Choirul.

Lebih jauh, Choirul mengungkap, Mandiri Syariah mengandalkan produk tabungan baik tabungan Mandiri Syariah dan tabungan Mabrur (haji) untuk produk dana murah. Tahun ini terdapat penambahan rekening DPK baru mencapai 530 ribu rekening sehingga menjadi 7,02 juta rekening sampai dengan kuartal III-2017.

"Biaya dana kami juga relatif tidak terlalu tinggi karena relatif setara dengan bank-bank besar. Peningkatan DPK mendorong kenaikan total aset Mandiri Syariah yang per September 2017 tumbuh 13,26 persen (yoy) menjadi Rp84,09 triliun dari Rp74,24 triliun per posisi September 2016," tuturnya.

Adapun dari sisi pembiayaan, sampai dengan kuartal III-2017, Mandiri Syariah menyalurkan sebesar Rp58,72 triliun atau tumbuh 10,28 persen dibanding Rp53,24 triliun pada September 2016. Penumbuhan pembiayaan tersebut diimbangi dengan perbaikan kualitas pembiayaan yang tercermin dari penurunan NPF nett turun dari 3,63 persen menjadi 3,12 persen.

"Sedangkan FDR Mandiri Syariah 80 persen atau sesuai ketentuan OJK. Di 2017 sejalan dengan kondisi perekonomian nasional, kami fokus di retail dan korporat terutama infrastruktur dengan skim atau akad syariah," pungkasnya.

 


(ABD)