Dua Pabrik Pupuk di Aceh Segera Beroperasi Kembali

Desi Angriani    •    Kamis, 02 Jun 2016 18:39 WIB
pupuk
Dua Pabrik Pupuk di Aceh Segera Beroperasi Kembali
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.

Metrotvnews.com, Lhokseumawe: Dua pabrik pupuk milik swasta di Aceh segera dioperasikan pemerintah. Dua pabrik itu adalah PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) 2 dan PT ASEAN Aceh Fertilizer (AAF).  Presiden Joko Widodo mengatakan, pekan ini bakal ada pertemuan lebih lanjut antara Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Aceh, dan PT PIM.

"Mungkin nanti dalam minggu ini menteri BUMN, Pak Gubernur Aceh akan ketemu dengan pemilik swastanya, baru nanti kita bicarakan," ucap Presiden seusai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Kamis (2/6/2016).

Pertemuan itu, kata Presiden, akan membahas hambatan-hambatan di lapangan, terutama teknis maupun non-teknis pengoperasian.

"Segera dicarikan solusi hambatan di lapangan. Dan kita harapkan Insya Allah ini bisa hidup kembali," tuturnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, dua pabrik pupuk tersebut bakal berada di bawah kendali Induk perusahaan pupuk milik negara, PT Pupuk Indonesia (Persero). Dia berharap, aktifnya pabrik tersebut dapat menjadi sumber lapangan pekerjaan dan memacu perekonomian rakyat.

"Ini  nanti pupuk Indonesia yang bekerja sama. Supaya nanti perputaran uang di Lhokseumawe, di Aceh Utara, Provinsi Aceh ini bisa lebih. Sekali lagi bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat," ungkap pria kelahiran Solo ini.

Selain pabrik semen, Jokowi juga berencana membuka pabrik kertas di Aceh yang bakal dioperasikan oleh pihak swasta.

"Nanti juga baru dibicarakan antara investornya dengan pemerintah yang Kertas Kraft," pungkasnya.

Pabrik AAF di Kreung Geukuh, Aceh Utara, terancam menjadi besi tua. Pabrik yang dibangun pada 1981 ini berkapasitas 627 ribu ton per tahun. Produksi pertamanya, urea, dihasilkan pada 1984 untuk diekspor. Minimnya  pasokan gas membuat produksi pabrik ini terhenti sejak 2003. AAF kini menjadi aset PT PIM.

 


(SAW)