BPS: Kontraktor & Pengacara Enggan Tanggapi Sensus EKonomi

   •    Rabu, 18 May 2016 19:25 WIB
sensus
BPS: Kontraktor & Pengacara Enggan Tanggapi Sensus EKonomi
Sensus Ekonomi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Metrotvnews.com, Palu: Sensus Ekonomi 2016 di Sulawesi Tengah berjalan lancar dan mendapat respon positif dari seluruh masyarakat yang  menjadi sasaran pencacahan, kecuali beberapa pengusaha konstruksi dan pengacara yang enggan memberikan data dan informasi kepada petugas pencacah.

"Mohon maaf, laporan dari petugas lapangan, banyak kontraktor dan pengacara yang enggan memberikan data dan informasi kepada petugas pencacah SE2016," kata Kepala BPS Sulteng, Faisal Anwar yang dihubungi Antara di Palu, Rabu (18/5/2016). 

Para kontraktor, katanya, enggan memberikan data dan informasi kepada petugas dengan alasan mereka tidak lagi memiliki pekerjaan (proyek). Sedangkan kalangan pengacara enggan melayani pertanyaan petugas  sensus karena merasa bahwa mereka bukan lah pengusaha.

"Kalau kelompok responden lainnya sangat respon. Saya sudah lihat pencacahan di Kabupaten Morowali, berjalan sangat bagus dan lancar," ujarnya.

Ia juga menyebut Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Poso yang saat ini menjadi lokasi Operasi Tinombala untuk memburu para pelaku teror berjalan cukup baik sesuai harapan.

Faizal optimistis penyelenggaraan sensus ekonomi di Sulteng akan terlaksana sesuai rencana terutama jika para kontraktor dan pengacara bisa lebih kooperatif memberikan informasi yang lengkap dan benar kepada  petugas sensus.

Untuk menjamin pelaksanaan pencacahan berjalan sesuai target, kata Faizal, pihaknya telah menyiagakan tim task-force berkekuatan 300 orang  pegawai BPS se-Sulawesi Tengah yang akan mengambil alih pencacahan  kepada responden yang enggan melayani petugas khusus pencacah.

"Memang diakui ada responden yang khawatir memberikan informasi kepada petugas sensus karena ragu akan kerahasiaan data yang mereka  berikan. Kalau ada kasus seperti ini, maka tim task-force dari BPS itulah yang akan mengambil alih pencacahan pada responden tersebut.

Sensus Ekonomi 2016 di Sulteng melibatkan 2.300 orang pencacah lapangan, kata Faisal, dengan mengingatkan para petugas untuk melaksanakan  pencacahan sesuai dengan standar operasional yang sudah ditetapkan.

Ia mengajak partisipasi seluruh masyarakat menyukseskan SE2016 karena data sensus ini sangat penting untuk memotret perekonomian nasional, di  luar sektor pertanian, yang sangat bermanfaat bagi perencanaan  pembangunan nasional dan juga mengetahui peluang-peluang usaha yang bisa  dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.



(SAW)


PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

PPN Avtur Indonesia Sudah Kompetitif

2 days Ago

Perlakuan pengenaan pajak pendapatan nilai (PPN) untuk avtur bagi penerbangan domestik di Indon…

BERITA LAINNYA