Pemerintah Bakal Hentikan Sebagian Proyek Infrastruktur

Ilham wibowo    •    Selasa, 07 Aug 2018 15:58 WIB
infrastruktur
Pemerintah Bakal Hentikan Sebagian Proyek Infrastruktur
Infrastruuktur. MI/PIUS ERLANGGA.

Jakarta: Langkah pemerintah dalam mengurangi impor diupayakan dengan mengerem pembangunan infrastruktur di daerah yang belum menggerakan ekonomi. Kebijakan itu dilakukan dalam menekan defisit fiskal serta membantu penguatan mata uang rupiah.

"Memang kita harus bisa mengendalikan impor untuk proyek-proyek yang tidak memberikan hasil, bukan berarti tidak berguna," ujar Staf Ahli Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bambang Prijambodo, ditemui di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa, 7 Agustus 2018.

Kebijakan tersebut rencananya hanya ditujukan untuk proyek infrastruktur di beberapa daerah. Dia mengaku masih melakukan kajian terkait perlunya proyek strategis nasional untuk dialihkan proyeknya. "Ini contoh ekstrimnya di daerah terpencil yang tidak menggerakan ekonomi," paparnya.

Namun demikian, Bambang memastikan impor untuk pembangunan infrastruktur masih tetap dilakukan dengan menyortir berdasarkan kebutuhan. Ia mengharapkan perekonomian Tanah Air kembali tumbuh dengan meningkatnya iklim investasi serta daya beli masyarkat.

"Ada beberapa proyek yang tidak langsung menggerakkan secara jangka pendek. Pilihannya impor pada proyek yang banyak memberikan dampak besar ke ekonomi," tandasnya.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan impor terjadi sepanjang semester pertama tahun ini dan menyebabkan neraca perdagangan defisit. Komponen impor tertinggi adalah bahan baku untuk proyek infrastruktur, di antaranya impor besi baja, yang meningkat 39 persen, dan impor mesin serta alat listrik, yang naik 28 persen pada Mei 2018 lalu.

Dampaknya pun dirasakan pada kinerja keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khususnya yang menggarap proyek-proyek penugasan besar. Catatan utang perusahaan negara yang berhubungan dengan jalan tol naik 54,05 persen pada 2014-2017. Tingginya penggunaan bahan impor dan valuta asing dalam proyek infrastruktur juga diikuti dengan pertumbuhan aset dan ekuitas masing-masing 53,29 persen dan 51,17 persen.


 


(SAW)


Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

Menkeu Bicara Kesuksesan Penyelenggaraan Pertemuan IMF-WB

2 hours Ago

Pertemuan tahunan IMF-World Bank Group 2018 telah resmi ditutup pada Minggu (14/10/2018). Acara…

BERITA LAINNYA