Kemenaker Ingin PMI Dibekali Keterampilan Kerja Memadai

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 06 Apr 2018 11:04 WIB
berita kemenaker
Kemenaker Ingin PMI Dibekali Keterampilan Kerja Memadai
Sekjen Kemenaker Hery SudarmantoDubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya. Foto: Dok. Kemenaker

Jakarta: Pemerintah berkomitmen menambah jumlah penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan keterampilan kerja memadai untuk bekerja di berbagai sektor formal di Singapura.

Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Hery Sudarmanto menilai, hal itu bisa dilakukan, namun harus berbarengan dengan peningkatan keterampilan kerja dan penguasaan bahasa yang baik. Hal ini agar tidak kalah saing dengan pekerja migran dari negara lain.

"Pasar kerja di sektor formal  masih terbuka luas di Singapura. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan penyiapan pekerja migran yang kompeten, terampil dan penguasaan bahasa yang baik, " kata Hery dalam keterangan persnya Kamis, 5 April 2018 usai bertemu dengan Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya di KBRI Singapura.

Dirinya mengatakan kebutuhan pasar kerja sektor formal di Negeri Singa itu akan terus tumbuh. Ini diakibatkan adanya pertumbuhan investasi dan sektor riil yang meningkat beberapa tahun ke depan.

Adapun jenis lowongan dan peluang kerja formal yang tersedia di berbagai negara penempatan. Di antaranya konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, jasa, perhotelan dan turisme, nurse dan caregiver, pelayan supermarket, pekerja perkebunan, pertanian dan perikanan.

"Kita harus bisa memenuhi  lowongan kerja dengan menyiapkan dan memperbanyak pekerja migran berkualitas  di Singapura. Kita juga terus memperkuat proses pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja," imbuhnya.

Kemudian dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan sejumlah upaya dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja di Singapura, serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented.

Sedangkan terkait kerja sama di tingkat ASEAN, lanjut Hery, diharapkan implementasi semua dokumen Action Plan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW) dapat terwujud dan semua negara ASEAN berkomitmen melaksanakannya. 

"Bagi pemerintah ini adalah upaya konkrit untuk memastikan dokumen tersebut terimplementasi secara legally-binding agar perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di kawasan ASEAN dapat terwujud lebih baik," pungkas Hery.



(ROS)