Kontribusi Geopark ke Ekonomi Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Jul 2018 18:56 WIB
investasiGeopark
Kontribusi Geopark ke Ekonomi Indonesia
Geopark Kaldera Toba. (FOTO: Ilustrasi MI/Tosiani)

Jakarta: Pengembangan geopark dinilai memberikan kontribusi bagi ekonomi bangsa sehingga pemerintah akan terus mengembangkan taman bumi geopark.

Geopark adalah sebuah wilayah geografi yang memiliki warisan geologi dan keanekaragaman bernilai tinggi, termasuk di dalamnya keanekaragaman hayati dan budaya yang menyatu di dalamnya, yang dikembangkan dengan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi lokal.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan melalui geopark maka bisa‎ meningkatkan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat pada kehidupan yang baik dengan menghormati budaya yang beragam, pemberdayaan perempuan untuk memperoleh tambahan sumber pendapatan, serta memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat dengan adanya wisata geopark.

"Lalu akan ada terjalinnya kerja sama antardaerah dan negara dalam mendayagunakan keragaman geologi, keragaman hayati dan budaya, serta jasa lingkungan (amenities) secara berkelanjutan‎. Jadi, ekonomi akan banyak terbantu," ucap Bambang, dalam keterangan resminya, Jumat, 13 Juli 2018.

Bambang mengaku, ‎sebelumnya ada dua taman bumi (geopark) Indonesia, yakni Batur dan Gunung Sewu yang mendapat predikat taman bumi global UNESCO (UNESCO Global Geopark) pada 2016. Pada April 2018, ada dua taman bumi Indonesia yang kembali mendapat predikat yang sama dari UNESCO, yaitu Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Ciletuh di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat.

Rinjani dan Ciletuh diakui bersama dengan sebelas taman bumi lainnya yang tersebar di Amerika Utara, Afrika, Eropa dan Asia. Dengan demikian, di Asia Tenggara, dari total enam UNESCO Global Geopark, empat di antaranya ada di Tanah Air.

Dengan masuknya Indonesia ke dalam daftar UNESCO Global Geopark tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengaku bangga. Menurutnya, ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh Indonesia dengan pengakuan tersebut.

"Geopark bisa menjadi solusi alternatif pemanfaatan kekayaan alam dan budaya untuk kebangkitan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang tetap mengedepankan faktor pelestarian dan perlindungan lingkungan," jelas dia.

Menko Luhut menambahkan, pasca pengakuan dua situs taman bumi Indonesia sebagai UNESCO Global Geopark tersebut, daya tarik kawasan sekaligus peluang investasi di beberapa sektor berpotensi untuk meningkat pesat.

"Dari pengembangan geopark, sektor jasa wisata, industri UMKM, industri kreatif, perhotelan, pertanian, kuliner dan beberapa sektor terkait lainnya bisa tumbuh," tukas Menko Luhut.

 


(AHL)