Bisnis Reklame Konvensional Mati Suri

Intan fauzi    •    Rabu, 30 Mar 2016 23:45 WIB
iklan
Bisnis Reklame Konvensional Mati Suri
Papan Reklame. Foto MTVN Eko Nordiansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Perusahaan Media Luargriya Indonesia (AMLI) merasa dirugikan Pergub Nomor 244 Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame. Peraturan itu mematikan bisnis reklame konvensional karena billboard harus diganti ke LED.

Sejak peraturan itu keluar, Pemprov DKI Jakarta tidak lagi mengeluarkan izin untuk iklan billboard. Semua pengajuan perizinan ditolak.

"Kita sekarang sifatnya menjalankan sisa kontrak, masa izin dan maintanance. Relatifnya mati suri," kata Humas AMLI Pusat Teuku Tjut Nelwan Zola di Hotel Treva International, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).

Zola, sapaan Teuku, menjelaskan saat ini pengusaha reklame konvensional belum mampu untuk berpindah ke bisnis iklan LED. Bisnis iklan LED memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Kalau iklan video tron (LED) butuh biaya miliaran, kalau reklame konvensional hanya puluhan juta," ungkap Zola.

Karena mahalnya modal untuk beriklan melalui media LED, membuat para pengusaha produk menghindari iklan dengan LED. Pemasaran menggunakan media LED belum menarik bagi kalangan pebisnis.

"Apina (Asosiasi Pengiklan Indonesia) mereka sudah teriak dengan biaya besar dan lesunya ekonomi tidak mendongkrak mereka melakukan promosi. Mereka lebih interest pada billboard," ungkap Zola.

Kini untuk memertahankan bisnis reklame konvensional, para pengusaha berlari ke daerah. Sebab di Jakarta mereka sudah merasa tidak memiliki peluang.

"Kita sekarag lari ke daerah untuk mempertahankan hidup. Dari pengusahanya mereka punya modal tapi enggak semua seperti itu," jelas Zola.


(SAW)