Alasan Mengapa Dana Repatriasi Masih Parkir di Perbankan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 29 Nov 2016 18:29 WIB
tax amnesty
Alasan Mengapa Dana Repatriasi Masih Parkir di Perbankan
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai jika dana repatriasi dari program pengampunan pajak (tax amnesty) masih akan masuk ke Indonesia. Keyakinan ini didasarkan pada diperbolehkannya dana tersebut masuk hingga akhir tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan, dana tersebut akan membanjiri likuiditas di Indonesia tahun depan. Dengan begitu perbankan maupun pihak lain diminta mempersiapkan instrumen investasi yang akan dijadikan wajib pajak menyimpan dananya selama tiga tahun ke depan.

"Perkiraan saya nanti pada saat kelihatannya di awal tahun depan. Karena kan dana repatriasi masih boleh masuk untuk deklarasi dan repatriasi periode I dan II boleh sampai 30 Desember," kata dia di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Baca: OJK: 90% Dana Repatriasi Masih Diparkir di Bank

Sejauh ini, kata Nurhaida, perbankan memang masih menjadi tempat para peserta amnesti pajak menyimpan dananya. Meskipun begitu dirinya yakin jika setelah itu para wajib pajak akan melirik berbagai investasi yang ditawarkan.

"Setelah dana itu masuk di gateway, perbankan ya pertama kali, baru kemudian setelah itu (investasi sektor lain). Kemarin ada pertemuan dengan beberapa gateway kan dari perbankan katakan bahwa pemilik dana ini memang mereka masih masuk dulu dan mengendap dulu, baru mereka lihat," jelas dia.

Dirinya menambahkan, saat ini giro dan deposito menjadi instrumen yang paling banyak dipilih. Namun setelah ini, lanit dia, para peserta yang melakukan repatriasi akan menginvestasikan dananya di berbagai sektor mulai dari sektor riil, keuangan, hingga pasar modal.

"Sekarang masuknya di produk perbankan. Sekarang masih proses masuk dulu, baru kemudian mereka berpikir ke mana. Nanti pada saatnya perkiraan saya, baru kemudian bagaimana dana ini bisa memungkinkan memadai," pungkasnya.


(AHL)