Rawan Penyelundupan, Mendag Revisi Aturan Impor Baja

Husen Miftahudin    •    Kamis, 10 Jan 2019 17:36 WIB
baja
Rawan Penyelundupan, Mendag Revisi Aturan Impor Baja
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku tengah merevisi aturan pemeriksaan impor besi dan baja. Medcom/Ilham Wibowo.

Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengaku tengah merevisi aturan pemeriksaan impor besi dan baja. Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 Tahun 2018 tentang ketentuan impor besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya dinilai memudahkan negara lain untuk melakukan ekspor ke Indonesia lantaran tidak adanya bea masuk.

Permendag 22/2018 menyebutkan bahwa pemeriksaan impor besi dan baja dilakukan dari post border atau proses pengawasan di luar kawasan kepabeanan. Beleid itu dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada industri kecil dan menengah (IKM) dalam melakukan impor besi dan baja.

Sayangnya, aturan itu disalahgunakan sehingga meningkatkan potensi penyelundupan dan penyimpangan. Bahkan impor besi dan baja dari Tiongkok melonjak hingga 59 persen.

"Saya sudah menyatakan bahwa potensi penyelundupan dan penyimpangan (impor baja) meningkat. Tapi kalau itu (merevisi aturan impor besi dan baja) tidak dilakukan, maka terkesan kita mempersulit. Kami lakukan (revisi Permendag 22/2018), tapi pemerintah juga lakukan evaluasi," ujar Enggar di kantor Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Kamis, 10 Januari 2019.

Di sisi lain, beleid itu juga menimbulkan dampak negatif karena impor menjadi lebih mudah. Pengusaha pun lebih memilih baja impor ketimbang baja produksi dalam negeri. 

Kondisi itu disadari Enggar. Ia kemudian merevisi Permendag 22/2018 menjadi Permendag Nomor 110 Tahun 2018. Proses pemeriksaan impor baja yang awalnya post border dikembalikan menjadi proses kepabeanan.

"Saya minta izin Pak Menko (Darmin Nasution) untuk mengubah permendag menjadi 110, yaitu kembalikan lagi ke border. Karena kalau (Permendag 22/2018) ini bahaya, karena post border itu kita periksanya di ujung," tutur dia.

Enggar pun mengimbau agar pengusaha lokal menggunakan produk besi dan baja dalam negeri ketimbang impor. Bila memang besi dan baja dalam negeri sesuai dengan persyaratan, maka sebaiknya perusahaan-perusahaan tersebut memilih produk lokal.

"Saya tidak melarang (impor) kalau tidak diproduksi dalam negeri, silakan. Kalau harganya jauh sekali dari impor, kita lihat. Kalau tidak bisa juga baru impor. Tapi kalau beda sedikit, ya janganlah. Keberpihakan kita kepada industri dalam negeri, kita tidak akan mengorbankan salah satu industri untuk kepentingan industri lain," tegas Enggar.



 


(SAW)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA