OJK Perkirakan Kredit Perbankan Tumbuh 14% di 2019

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 11 Jan 2019 22:23 WIB
ojkperbankankredit
OJK Perkirakan Kredit Perbankan Tumbuh 14% di 2019
Ketua DK-OJK Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 12-14 persen di sepanjang 2019. Kondisi itu dengan harapan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) diproyeksikan terus turun di akhir tahun ini.

"Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan diperkirakan tumbuh kuat. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga diprediksi juga meningkat menjadi 8-10 persen," kata Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Wimboh Santoso, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2019, di Jakarta, Jumat malam, 11 Januari 2019.

Optimisme ini, lanjut Wimboh, juga turut diperlihatkan oleh pelaku industri perbankan yang tercermin dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2019, yang menargetkan ekspansi kredit dan dana pihak ketiga masing-masing sebesar 12,06 persen dan 11,49 persen. OJK berharap target ini bisa terealiasi dengan baik.

"Untuk 2019, OJK optimistis tren perbaikan perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan yang positif akan terus berlangsung. Perekonomian diperkirakan mampu tumbuh 5,3 persen dengan inflasi yang terjaga relatif rendah di level 3,5 persen," kata Wimboh.

Pada 2018, OJK mencatat intermediasi sektor keuangan terjaga dengan baik yang terlihat dari angka pertumbuhan kredit perbankan yang terus melanjutkan tren peningkatan sebanyak 12,9 persen atau tumbuh signifikan dibandingkan dengan di 2017 yang sebanyak 8,24 persen.

"Demikian juga kinerja intermediasi lembaga pembiayaan, yang diperkirakan tumbuh di sekitar enam persen," tutur Wimboh.

Akselerasi kredit dan pembiayaan diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio gross NPL perbankan dalam tren menurun sebesar 2,37 persen (net 1,14 persen) dan rasio NPF sebesar 2,83 persen (net 0,79 persen). Likuiditas perbankan juga cukup memadai meskipun rasio kredit terhadap simpanan atau LDR meningkat menjadi 92,6 persen.

"Hal ini dapat dilihat dari excess reserve perbankan yang tercatat sebesar Rp529 triliun. Sedangkan, rasio alat likuid terhadap non-core deposit dan Liquidity Coverage Ratio (LCR) masing-masing sebesar 102,5 persen dan 184,3 persen atau jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 100 persen," pungkas Wimboh.


(ABD)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA