OJK: Kewenangan Intip Data Nasabah Takkan Gerus DPK

Desi Angriani    •    Kamis, 18 May 2017 20:57 WIB
aeoi
OJK: Kewenangan Intip Data Nasabah Takkan Gerus DPK
Illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jada Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad Muliaman D Hadad meyakini, keterbukaan akses informasi untuk mengintip data nasabah dalam Automatic Exchange of Information (AEol) tidak akan menggerus Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan.

'Pemerintah dipastikan menjaga kerahasiaan data nasabah bank.Saya tidak melihat bahwa DPK akan tergerus. Apalagi tadi penjelasan Bu Menteri bahwa akan diatur sedemikian rupa sehingga tetap saja kita kedepankan kerahasiaan bank," katanya dalam jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Muliaman mengungkapkan, semula ada kekhawatiran dari nasabah terkait Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Keperluan Perpajakan tersebut. Namun seiring sosialisasi, masyarakat perlahan akan memahami pembukaan data rekening itu murni untuk keperluan perpajakan.

"Kalau sekarang ini masih bertanya-tanya, tapi hari ini saham bank sudah baik lagi. Mudah-mudahan penjelasan hari ini semakin confirm bahwa kita bisa jalankan ini dengan perangkat pendukung protokol," ujar dia.

Dia juga meyakini Perppu Aeol dapat diterapkan karena Indonesia sudah memiliki pengalaman dalam melaksanakan pembukaan data nasabah perbankan serupa dalam bingkai Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA).

"Sebetulnya kita sudah siap sejak 2015 sudah mulai persiapkan diri. Karena waktu sebelum AEOI hadir, sudah ada Fatca bilateral antara kita dengan AS. Sehingga waktu menyusun common reporting standard tidak mengalami kesulitan," tandas Muliaman.

FATCA merupakan akta yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk mewajibkan negara lain menyetorkan data nasabah dari warga negara AS yang ada di negara tersebut. Indonesia sudah sejak 2015 melakukan kerja sama bilateral tersebut dengan Negeri Paman Sam.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA