KKP Perlu Dorong Kepastian Usaha Sektor Perikanan

   •    Selasa, 16 May 2017 14:14 WIB
perikanan
KKP Perlu Dorong Kepastian Usaha Sektor Perikanan
Illustrasi (ANT/Oky Lukmansyah).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu lebih mendorong kepastian berusaha dalam pengembangan sektor perikanan dibandingkan mengerjakan proyek yang kurang bermanfaat secara meluas bagi masyarakat pesisir.

"Pelaku usaha perikanan memerlukan kepastian usaha ketimbang pembangunan fisik yang tak jelas manfaatnya," kata pengamat sektor kelautan dan perikanan, Abdul Halim di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa 16 Mei 2017. 

Menurut Abdul Halim, kepastian usaha bidang perikanan itu meliputi perizinan yang transparan, pelayanan pelabuhan yang prima, dan jaminan keterhubungan hulu dan hilir sektor kelautan.

Abdul Halim yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu berpendapat, tanpa menghadirkan kepastian usaha, anggaran negara dinilai juga akan terbuang percuma dan tidak bermanfaat bagi masyarakat kelautan dan perikanan nasional.

Sebelumnya, KKP juga telah mendorong mahasiswa dan sarjana bidang ilmu perikanan agar mampu berkontribusi besar dalam menjawab tantangan sektor kelautan antara lain dengan menjadi wirausahawan perikanan andal.

"Sebagai basis utama sumber daya ekonomi maritim dengan potensi nilai ekonomi kelautan dan perikanan yang mencapai 1,2 triliun dolar AS per tahun, tentunya menjadi peluang besar bagi bangsa ini untuk dapat memanfaatkannya secara optimal," kata Dirjen Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto.

Menurut Slamet, peran perguruan tinggi menjadi sangat sentral, terutama dalam menciptakan iptek yang inovatif dan mencetak lulusan bidang perikanan dan kelautan yang profesional dan berdaya saing.

Apalagi, ujar dia, Pemerintah juga berharap sektor kelautan dan perikanan memberi kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Misalnya, pada 2019, produk domestik bruto (PDB) perikanan diproyeksikan berkontribusi sebesar 12 persen terhadap PDB nasional.

"Ini tentunya menjadi tantangan ke depan bagaimana sektor ini dapat memberikan kontribusi lebih besar lagi," pungkas dia. 

Ia meyakini lulusan perikanan akan tetap menjanjikan karena masih banyak kebutuhan SDM untuk mengeksplorasi sumber daya kelautan dan perikanan. Slamet mencontohkan pada subsektor perikanan budi daya. Saat ini pemanfaatan potensi baru sekitar 1,3 juta hektare (ha) atau sekitar 7,41 persen dari total potensinya.

Indonesia juga memiliki keunggulan antara lain dalam keragaman spesies ikan yang tinggi, yaitu sekitar 45 persen spesies ikan dunia, terdapat di kawasan perairan NKRI.



(SAW)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA